Pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang dijadwalkan pekan depan.
Harga emas spot tercatat turun 0,4 persen ke level 4.147,87 Dolar AS per ons pada Selasa dini hari, 20 Oktober 2026. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,5 persen di posisi 4.160,10 Dolar AS per ons.
Pelemahan ini dipicu oleh pergerakan Indeks Dolar AS (Indeks DXY) yang menguat, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun meningkat 0,6 persen.
Dengan imbal hasil yang masih tinggi, investor emas mulai mempertimbangkan apakah instrumen obligasi menawarkan daya tarik yang lebih besar saat ini, mengingat emas secara tradisional tidak memberikan imbal hasil. Catatan historis menunjukkan The Fed sebelumnya telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, yang menjadi kenaikan pertama sepanjang tahun ini.
Sementara itu, pergerakan positif justru dicatatkan oleh logam mulia lainnya di tengah koreksi harga emas, dengan harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 57,37 Dolar AS per ons. Selain perak, platinum turut menguat 1 persen ke posisi 1.646,30 Dolar AS per ons, dan paladium meningkat 0,9 persen sehingga berada di level 1.122 Dolar AS per ons.
Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 82,8 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini, sedangkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai 90 persen. Selain keputusan The Fed, investor juga menantikan rilis data belanja konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures Amerika pekan depan, yang merupakan ukuran inflasi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
BERITA TERKAIT: