Usai Bertemu MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Senin, 19 Oktober 2026, 20:43 WIB
Usai Bertemu MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Direktur BEI Jeffrey Hendrik (tengah). (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dua inisiatif baru untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. 

Hal ini disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik usai melakukan pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Senin, 19 Oktober 2026.

“Kami akan terus melakukan inisiatif-inisiatif dalam upaya menghadirkan transparansi yang lebih baik, pasar yang lebih kredibel, dan tata kelola yang lebih baik. Untuk itu, kami akan menyampaikan lagi dua inisiatif baru,” kata Jeffrey dalam konferensi pers.

Jeffrey mengatakan, inisiatif pertama berupa penambahan keterangan afiliasi atau nonafiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen.

“Yang pertama adalah dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen akan kami tambahkan keterangan apakah nama tersebut terafiliasi atau tidak terafiliasi,” jelasnya.

Sementara inisiatif kedua, BEI akan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Jeffrey menegaskan, kebijakan terhadap saham HSC bukan berupa penghapusan pencatatan saham atau delisting. Saham-saham tersebut, kata Jeffrey tetap dapat diperdagangkan di bursa, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.

“Bukan delisting tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG. Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa saham-saham dalam high shareholding concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship seperti IDX30, LQ45, dan IDX80,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, mengingat saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi memiliki potensi risiko tersendiri.

“Ke depannya seluruh saham dalam high shareholding concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Tetap bisa diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak akan memengaruhi pergerakan IHSG,” jelasnya

Jeffrey menyebut, saham-saham yang masuk kategori HSC saat ini mencakup sekitar 18 persen. Meski demikian, BEI belum mengumumkan waktu efektif penerapan kedua inisiatif tersebut.

Ia hanya mengatakan kedua kebijakan itu merupakan tambahan dari empat reformasi pasar modal yang dilakukan BEI.

“Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas,” pungkas Jeffrey.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA