Pasar Uni Eropa Bernilai 21,23 Triliun Dolar AS, Eksportir RI Perlu Siapkan Strategi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 19 Oktober 2026, 11:51 WIB
Pasar Uni Eropa Bernilai 21,23 Triliun Dolar AS, Eksportir RI Perlu Siapkan Strategi
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Pasar Uni Eropa menyimpan peluang besar bagi industri manufaktur Indonesia. Dengan produk domestik bruto mencapai 21,23 triliun Dolar AS dan populasi sekitar 449,2 juta jiwa, kawasan ini berpotensi menjadi tujuan ekspor yang semakin penting bagi produk nasional menjelang implementasi perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa pada 2027.

Nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat mencapai 31,7 miliar Dolar AS sepanjang 2025, dengan ekspor Indonesia sebesar 19,4 miliar Dolar AS. Peluang memperluas perdagangan tersebut diharapkan semakin terbuka melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada triwulan I-2027.

Namun, peluang memperoleh akses pasar dan tarif bea masuk yang lebih kompetitif perlu diimbangi dengan kesiapan industri memenuhi ketentuan yang berlaku di Eropa.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai eksportir perlu memahami persyaratan teknis, standar mutu, regulasi keberlanjutan, hingga ketentuan asal barang agar dapat memanfaatkan perjanjian tersebut secara optimal.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, menegaskan bahwa penurunan tarif saja tidak cukup untuk meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar Uni Eropa.

“I-EU CEPA merupakan momentum strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor ke Uni Eropa, khususnya di sektor-sektor unggulan nasional. Namun, menikmati penghapusan tarif saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus memahami dan memenuhi berbagai persyaratan teknis serta ketentuan nontarif yang berlaku di pasar UE,” kata Johni dalam lokakarya mengenai peningkatan ekspor melalui I-EU CEPA di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, baru-baru ini, dikutip redaksi Senin 19 Oktober 2026.

Sejumlah sektor manufaktur yang berpotensi memanfaatkan perjanjian ini mencakup tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, otomotif, elektronik, serta besi dan baja.

Atase Perdagangan RI di Brussel, Lusyana Halmiati, mengatakan I-EU CEPA membuka peluang penghapusan atau penurunan tarif bea masuk untuk produk dari kelima sektor tersebut. Kendati demikian, kesiapan industri tetap menjadi penentu agar peluang perdagangan dapat dikonversi menjadi peningkatan ekspor.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha Indonesia mampu memenuhi standar mutu, persyaratan teknis, dan regulasi keberlanjutan yang diterapkan UE. Kesiapan industri menjadi kunci peningkatan daya saing dan perluasan penetrasi produk Indonesia di pasar Eropa secara berkelanjutan,” kata Lusyana.

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah ketentuan asal barang atau Rules of Origin (RoO). Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, menjelaskan bahwa ketentuan ini menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu produk memenuhi kriteria sebagai barang asal Indonesia dan berhak memperoleh tarif preferensi berdasarkan I-EU CEPA.

Untuk membantu eksportir mengenali peluang sekaligus persyaratan pasar tujuan, Kemendag menyediakan layanan digital Export Sandbox yang terintegrasi dengan portal InaExport. Layanan tersebut membantu pelaku usaha mengidentifikasi pasar potensial, menganalisis peluang perdagangan, membandingkan tarif bea masuk, serta memperoleh informasi mengenai persyaratan teknis di negara tujuan ekspor.

Dengan target implementasi I-EU CEPA pada triwulan I-2027, persiapan eksportir menjadi pekerjaan penting yang perlu dilakukan sejak dini. Kemampuan memenuhi standar pasar, memahami aturan perdagangan, dan menentukan strategi ekspor akan berpengaruh terhadap kemampuan industri Indonesia memanfaatkan peluang di salah satu pasar ekonomi terbesar dunia. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA