Program yang dijalankan melalui Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM itu melibatkan 638 pelaku UMKM di Sumatera Barat dan 270 pelaku UMKM di Sumatera Utara, untuk memperkuat produksi, akses pasar, dan pembiayaan pelaku usaha.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, pemulihan usaha pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan aktivitas bisnis seperti semula. Pelaku UMKM juga perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi.
"Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan," kata Riza dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Di Sumatera Barat, program yang digelar di Bukittinggi melibatkan 638 pelaku UMKM. Sebanyak 219 UMKM mengikuti program kemudahan akses pembiayaan, 255 UMKM mendapat peningkatan kapasitas wirausaha, dan 164 UMKM difasilitasi untuk memperluas akses pasar.
Peserta berasal dari Kabupaten Agam sebanyak 304 UMKM, Kabupaten Pasaman 124 UMKM, Kabupaten Pasaman Barat 123 UMKM, serta Kabupaten Lima Puluh Kota 87 UMKM.
Sementara itu, program di Sumatera Utara menjangkau 270 UMKM. Rinciannya, 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan kewirausahaan, penguatan ketahanan dan adaptasi bisnis, serta pendampingan digitalisasi usaha. Kementerian UMKM juga mendorong optimalisasi transaksi melalui Katalog Elektronik dan memfasilitasi inkubasi bisnis.
Riza mengatakan, penguatan ekosistem kewirausahaan daerah juga dilakukan melalui pemanfaatan sarana pendukung dan layanan digital untuk memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi serta pendampingan.
Salah satunya melalui layanan SAPA UMKM yang menjadi pintu akses informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha.
"Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha," ujarnya.
Kementerian UMKM berharap pendampingan tersebut dapat membantu pelaku usaha menata kembali produksi, memperbaiki pengelolaan bisnis, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kelayakan untuk mengakses pembiayaan formal atau bankable.
BERITA TERKAIT: