Bahlil mengatakan, susunan kementerian dan lembaga tersebut masih menunggu penyelesaian Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tugas dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Ia menyebut Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta BP BUMN hampir pasti berada di bawah koordinasi kementerian yang dipimpinnya.
“Saya kasih bocoran saja, nanti di Perpres. Mungkin Perpresnya sebentar lagi selesai. Tetapi yang tadi rapat dengan saya, BP BUMN dan Kementerian Investasi, insyaallah sudah hampir pasti di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Hilirisasi,” kata Bahlil saat jumpa pers di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.
Saat ditanya apakah Kementerian Perindustrian juga akan masuk dalam koordinasi tersebut, Bahlil belum memberikan kepastian.
“Rasa-rasanya iya, tapi itu baru feeling. Feeling,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pembagian kewenangan secara resmi akan mengacu pada Perpres yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.
Bahlil sendiri telah dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pada saat yang sama, Bahlil masih menjabat Menteri ESDM.
BERITA TERKAIT: