Harga Minyak Turun Tipis ke 105 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 16 Oktober 2026, 11:25 WIB
Harga Minyak Turun Tipis ke 105 Dolar AS
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Harga minyak dunia melemah tipis pada Jumat, 16 Oktober 2026, tetapi tekanan terhadap pasokan masih membayangi pasar. 

Investor menimbang kemungkinan Amerika Serikat (AS) melonggarkan sanksi terhadap kapal tanker tertentu, sementara konflik di Timur Tengah kembali memanas dan mengancam kelancaran pengiriman minyak.

Laporan Reuters menunjukkan harga minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,39 persen menjadi 105,51 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 54 sen atau 0,55 persen menjadi 97,43 Dolar AS per barel.

Sehari sebelumnya, harga WTI melonjak lebih dari 3 persen setelah data menunjukkan penurunan besar stok minyak mentah AS. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) menyetujui pelepasan lebih dari 20 juta barel solar ke pasar, ditambah sisa minyak dari pelepasan cadangan darurat dalam jumlah rekor yang dijanjikan pada Maret lalu untuk menambah pasokan dan meredam kenaikan harga.

Dari sisi kebijakan, pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap sejumlah kapal yang masuk dalam kategori armada bayangan atau shadow fleet. Kapal-kapal ini digunakan untuk mengangkut minyak dan produk petroleum dari negara-negara seperti Rusia, Iran, dan Venezuela. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk menekan biaya angkutan laut yang melonjak ke tingkat rekor.

Sebelumnya, Trump juga untuk sementara mencabut sanksi terhadap bahan bakar diesel Rusia. Kebijakan itu menuai kritik dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, sejumlah negara Eropa, serta beberapa anggota Partai Republik di Senat AS.

Sementara itu, konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman terus meningkatkan risiko gangguan pasokan. Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut bertambah dalam 10 hari terakhir. 

Pada Kamis, Houthi meluncurkan rudal ke kompleks istana presiden di Aden, Yaman selatan, yang menewaskan dua penjaga. Situasi ini membuat pasar minyak tetap rentan terhadap lonjakan harga jika ketegangan mengganggu jalur pengiriman energi. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA