Pembekuan diberlakukan pukul 08.58 WIB selama 30 menit. Perdagangan dijadwalkan kembali dibuka pukul 09.28 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.
“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” ujar Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon dalam keterangan resminya.
Tekanan pasar terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi terkait kemungkinan mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal domestik.
MSCI menyoroti persoalan investabilitas, terutama transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Meski otoritas pasar modal telah menjalankan sejumlah reformasi, MSCI menilai kemajuannya belum memadai dan konsisten.
Dalam perdagangan pra-pembukaan, tekanan meluas ke hampir seluruh saham. Sebanyak 595 saham melemah, hanya 14 saham menguat, sedangkan 354 saham stagnan. Indeks LQ45 turut anjlok 8,33 persen.
Seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor infrastruktur mencatat koreksi terdalam sebesar 11,57 persen, disusul barang baku 10,72 persen dan energi 9,9 persen.
BEI menyatakan penghentian sementara perdagangan dilakukan untuk menjaga transaksi tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai ketentuan bursa.
Konsultasi MSCI akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan ke depan. Keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027.
BERITA TERKAIT: