Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01 persen hingga perdagangan saham dihentikan sementara atau trading halt.
Pantauan
RMOL, IHSG dibuka di level 5.393,92, turun 469,86 poin dari penutupan sebelumnya di 5.863,78. Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat Rp922,33 miliar dengan volume 53,6 juta lot.
Tekanan pasar datang dari sejumlah sentimen negatif, terutama ancaman penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI, lonjakan inflasi AS, dan memanasnya konflik geopolitik.
MSCI tengah mengkaji kemungkinan mengubah status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Lembaga penyedia indeks global itu menyoroti transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta penegakan aturan pasar modal. Keputusan final ditargetkan paling lambat 30 Juni 2027.
Dari AS, inflasi harga produsen pada September melonjak 1,3 persen secara bulanan, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 0,5 persen. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 6,3 persen, tertinggi sejak Desember 2022. Data ini memicu kekhawatiran terhadap arah suku bunga The Fed.
Sementara itu, konflik Yaman memanas setelah serangan rudal dan drone kelompok Houthi ke kompleks Istana Presiden di Aden menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya.
Investor juga menantikan diskusi Ketua The Fed Kevin Warsh dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Bangkok. Pernyataan keduanya akan dicermati untuk melihat arah ekonomi global dan kebijakan suku bunga AS, yang turut memengaruhi pergerakan rupiah serta arus modal ke Indonesia.
BERITA TERKAIT: