Pasar menilai ruang gerak Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga kian terbatas meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) melampaui estimasi.
Laporan Reuters menyebutkan, Harga emas spot menguat, naik 1,2 persen ke level 4.153,42 Dolar AS per ons pada Jumat dini hari, 16 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh posisi terendah sepekan.
Emas berjangka (kontrak Desember) juga menguat 1,5 persen menjadi 4.170,10 Dolar AS per ons.
Pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,5 persen serta jatuhnya imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level terendah tiga pekan mendongkrak daya tarik aset tanpa imbal hasil ini.
Harga logam lainnya juga melambung. Perak spot menguat 2,5 persen ke posisi 57,05 Dolar AS per ons, platinum menguat 1 persen menjadi 1.622,40 Dolar AS per ons, dan paladium melesat 3,4 persen ke level 1.131,25 Dolar AS per ons.
Meski data menunjukkan lonjakan harga produsen AS tertinggi dalam 4,5 tahun pada September, para pejabat the Fed seperti Mary Daly dan Michelle Bowman mengisyaratkan bahwa pengetatan agresif dalam waktu dekat belum tentu diperlukan. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober saat ini berada di kisaran 29 persen.
Selanjutnya, investor menantikan pidato Chairman Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF untuk memantau arah kebijakan moneter menjelang rapat the Fed bulan ini.
BERITA TERKAIT: