Hingga siang hari, IHSG bertengger di level 5.814,72, yang berarti terpangkas 128,30 poin atau melemah 2,16 persen.
Sejak pagi hari, IHSG langsung dibuka melemah dan gagal menyentuh level tertingginya di angka 5.917,70. Sempat bertahan di kisaran 5.880 sampai 5.900 pada sesi pagi, tekanan jual yang kuat mulai mendera pasar menjelang pukul 10.00 WIB hingga menyentuh titik terendah harian di level 5.804,21.
Sempat ada upaya pemulihan (rebound) mendekati level 5.850 menjelang pukul 11.00 WIB. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama akibat tekanan jual yang kembali mendominasi, membuat indeks bergerak terbatas di kisaran 5.810 hingga 5.830.
Meskipun pasar sedang melemah, aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan volume transaksi mencapai 190,13 juta lot serta nilai transaksi menyentuh Rp6.123,63 miliar.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (IDX), mayoritas saham hari ini mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 646 saham melemah, 86 saham menguat, dan 231 saham stagnan (tidak bergerak.
Saham BBCA, DSSA, dan ANTM menjadi tiga saham dengan jumlah nilai transaksi terbesar.
Sementara itu, data dari Refinitiv menunjukkan bahwa sektor infrastruktur menjadi penyumbang pelemahan terbesar setelah anjlok 5,4 persen. Tekanan juga dialami oleh sektor energi yang turun 3,7 persen serta sektor material dasar yang melemah 3,2 persen.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat melemah -1,78% menjadi 583,979. Sedangkan indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun -3,26% ke 341,214.
Sementara Indeks IDX30 melemah -1,60% ke 325,852. Sedangkan index MNC36 terpantau turun -1,61% ke level 257,722.
BERITA TERKAIT: