IHSG Dibuka Melemah, Tekanan Jual Bawa Indeks ke Bawah 5.900

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 15 Oktober 2026, 09:27 WIB
IHSG Dibuka Melemah, Tekanan Jual Bawa Indeks ke Bawah 5.900
Gedung BEI (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Tekanan jual langsung membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun hingga menembus level 5.900 pada awal perdagangan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) dan memanasnya konflik di Timur Tengah.

IHSG dibuka di level 5.917,13, turun 0,44 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.943,02. Pelemahan berlanjut pada menit-menit awal perdagangan. Berdasarkan data pukul 09.23 WIB, IHSG berada di level 5.889,28, terkoreksi 53,74 poin atau 0,90 persen.

Sepanjang awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.917,70 dan terendah 5.884,25. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual yang masih kuat sejak pembukaan pasar.

Sejumlah sentimen global menjadi perhatian investor. Inflasi AS yang meningkat di atas perkiraan pasar memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memicu keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi geopolitik, ancaman serangan kelompok Houthi terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi menambah ketidakpastian pasar. Eskalasi konflik di Timur Tengah juga meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, yang dapat mendorong kenaikan harga minyak dan menambah tekanan inflasi global.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA