Bursa Asia Berguguran Terdampak Inflasi AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 15 Oktober 2026, 08:45 WIB
Bursa Asia Berguguran Terdampak Inflasi AS
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa Asia dibuka dengan tekanan jual kuat pada Kamis, 15 Oktober 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga lebih agresif.

Pantauan RMOL, indeks Nikkei 225 Jepang merosot 3,92 persen ke level 65.091,68 pada pukul 10.15 waktu setempat. Sementara indeks TOPIX turun 1,95 persen ke 4.016,97.

Indeks Kospi Korea Selatan juga terjun 6,91 persen ke 5.593,55 pada pukul 10.10 waktu setempat.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,33 persen ke 8.698,70.

Tekanan juga terlihat di pasar Hong Kong. Kontrak berjangka Hang Seng berada di level 24.074, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 24.314,17, mengindikasikan potensi pelemahan saat perdagangan dimulai.

Data inflasi AS yang melampaui perkiraan membuat pelaku pasar khawatir The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau mengambil langkah pengetatan yang lebih agresif. Kekhawatiran tersebut menekan sentimen investor dan mendorong aksi jual di pasar saham, mengikuti pelemahan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA