Pantauan RMOL, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 14.53 WIB, saham MBTO turun Rp1 atau 0,76 persen ke level Rp130 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp131.
Martha Tilaar dilaporkan meninggal dunia pada Rabu pagi pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
Sepanjang perdagangan, saham MBTO dibuka pada level Rp128 dan bergerak di rentang Rp125 hingga Rp132. Volume transaksi mencapai 961.656 saham dengan nilai Rp123,64 juta dalam 311 kali transaksi.
Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sekitar Rp139,1 miliar. Sementara itu, data perdagangan menunjukkan laba per saham atau earnings per share (EPS) negatif Rp25,98 dan rasio harga terhadap laba atau *price to earnings ratio* (PER) minus 5 kali.
Martha merupakan tokoh penting di balik perkembangan bisnis kecantikan nasional melalui Martha Tilaar Group. Usahanya bermula dari salon kecantikan yang dirintis pada 1970, sebelum berkembang menjadi kelompok bisnis di industri kecantikan dan produk terkait.
PT Martina Berto sendiri dikenal melalui produk kosmetik dan herbal, termasuk merek Sariayu-Martha Tilaar.
Pelemahan saham MBTO pada perdagangan hari ini belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan kabar duka tersebut.
BERITA TERKAIT: