Dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilangsungkan melalui sistem Bank Indonesia pada Selasa 13 Oktober 2026, pemerintah sukses meraup kemenangan sebesar Rp35 triliun.
Berdasarkan laporan resmi dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, total peminat yang mengajukan penawaran mencapai Rp64,86 triliun (atau tertulis Rp64,85 triliun dalam keterangan pers) dari total sembilan seri SUN yang dilelang. Dari jumlah tersebut, pemerintah akhirnya menyerap nominal sebesar Rp35 triliun.
Lelang ini terbagi ke dalam tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN), yakni SPN01261114, SPN03270113, dan SPN12271014 serta enam seri obligasi negara berkupon tetap (fixed rate / FR) yang mencakup FR0110, FR0111, FR0112, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Seri SPN12271014 memegang rekor penawaran tertinggi di kategorinya dengan Rp14,86 triliun dan nominal dimenangkan sebesar Rp9 triliun. Sementara itu, dua seri lainnya, yaitu SPN01261114 dan SPN03270113, masing-masing menyerap nominal kemenangan sebesar Rp1 triliun.
Sementara itu, seri FR0110 keluar sebagai primadona dengan penawaran tertinggi secara keseluruhan mencapai Rp21,15 triliun, dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp10,9 triliun. Disusul oleh seri FR0111 dengan nominal dimenangkan Rp4,1 triliun, FR0107 sebesar Rp3,05 triliun, FR0102 sebesar Rp2,7 triliun, FR0105 sebesar Rp2,1 triliun, serta FR0112 senilai Rp1,15 triliun.
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk SPN01261114 berada di angka 6,20%, SPN03270113 sebesar 6,25 persen, dan SPN12271014 sebesar 6,53827 persen.
Kisaran yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di angka 7,06999 persen hingga 7,30869 persen.
Masa jatuh tempo untuk ketiga seri SPN dijadwalkan pada 14 November 2026 (SPN01261114), 13 Januari 2027 (SPN03270113), dan 14 Oktober 2027 (SPN12271014). Sementara itu, jajaran seri FR memiliki rentang jatuh tempo yang lebih panjang, mulai dari 15 Mei 2032 (untuk FR0110) hingga yang paling akhir pada 15 Juli 2064 (untuk FR0105).
Seluruh hasil lelang SUN ini dijadwalkan memasuki tanggal setelmen atau penerbitan pada 15 Oktober 2026.
BERITA TERKAIT: