Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 09 Oktober 2026, 13:59 WIB
Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington tengah menggelar pembicaraan produktif dengan Iran. 

Pada perdagangan awal, harga minyak mentah Brent turun 72 sen atau 0,7 persen menjadi 103,53 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 52 sen atau 0,6 persen ke level 90,97 dolar AS per barel.

Trump pada Kamis mengatakan AS tidak berencana menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November mendatang. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah laporan media menyebutkan Washington mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebelum tanggal tersebut.

Meski turun, harga Brent masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan. Sehari sebelumnya, Brent melonjak sekitar 4 persen akibat meningkatnya serangan terhadap kapal pengangkut minyak mentah dari Timur Tengah. Sebaliknya, WTI diperkirakan mengalami sedikit penurunan dalam sepekan, meskipun pasokan minyak AS terganggu oleh ancaman badai.

Dari sisi diplomasi, kantor berita Iran Tasnim melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan Teheran tengah meninjau tanggapan AS terhadap proposal Iran. Proposal tersebut disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. AS pada Kamis menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah individu, jaringan, dan 17 kapal yang dituduh mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta petrokimia Iran. Langkah ini merupakan bagian dari tekanan ekonomi Washington untuk mengakhiri perang yang telah memasuki bulan kedelapan.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial bagi pasar energi global. Sebelum perang, jalur pelayaran tersebut dilalui pengiriman minyak dan bahan bakar yang setara dengan sekitar 20 persen pasokan global. Meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk sepanjang Oktober membuat harga minyak bergerak fluktuatif.

Di luar Timur Tengah, pasar juga menghadapi gangguan produksi akibat Badai Isaias yang mendekati kawasan Teluk Meksiko, AS. Administrasi Mineral Kelautan AS mencatat produsen minyak di wilayah tersebut telah menghentikan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari pada Kamis, setara dengan 62,9 persen dari produksi minyak lepas pantai yang tercatat saat itu. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA