Perkembangan tersebut membuatnya optimistis terhadap masa depan perekonomian Indonesia.
Dalam pidatonya di peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP, Prabowo menyinggung berbagai pihak yang selama ini memprediksi kondisi Indonesia akan memburuk.
Namun, setelah melihat langsung aktivitas industri dan antusiasme para pekerja di Halmahera, Kepala Negara justru melihat prospek yang berbeda.
“Mereka-mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse. Tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah!” tegas Prabowo.
Prabowo mengatakan, para karyawan yang menyambut kedatangannya terlihat bersemangat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran positif dari perkembangan industri yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
“Saya tidak melihat yang tidak cerah hari ini, saudara-saudara sekalian. Rasanya kalau saya ke Indonesia Timur saya tambah semangat,” ujar Prabowo.
Adapun 11 proyek yang diluncurkan di IWIP terdiri dari empat proyek industri yang memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun.
Bersamaan dengan itu, pemerintah juga meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi nasional.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BGN Sudaryono, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Kapolri Ario Seto.
BERITA TERKAIT: