Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi Mengalir ke Luar Jawa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 08 Oktober 2026, 13:02 WIB
Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi Mengalir ke Luar Jawa
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah mencatat arus investasi hilirisasi kini semakin bergeser ke luar Pulau Jawa. 

Hal itu diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani saat menghadiri groundbreaking 11 proyek hilirisasi nikel sekaligus ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026.

Rosan menjelaskan, kontribusi hilirisasi terhadap total investasi telah meningkat menjadi 30 persen dari sebelumnya 25 persen dalam dua tahun terakhir.

Sementara lebih dari 75 persen realisasinya berada di luar Pulau Jawa.

“Dari total investasi tersebut angka hilirisasi meningkat, Bapak. Dalam 2 tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen sudah mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk dan lebih dari 75 persen realisasinya di luar Jawa, Bapak Presiden,” kata Rosan 

Rosan menjelaskan, realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dan telah menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Menurut Rosan, besarnya porsi investasi hilirisasi di luar Jawa menunjukkan bahwa industrialisasi mulai berkembang di berbagai daerah. 

Salah satunya Maluku Utara yang kini mengalami perubahan struktur ekonomi seiring masifnya investasi di sektor pengolahan.

“Dan ini juga kita melihat bahwa industri pengolahan di Maluku Utara ini juga menyumbang hampir separuh PDB Maluku Utara, provinsi ini tidak lagi sekadar daerah tambang tapi telah menjadi daerah industri,” ujar Rosan.

Dia menambahkan, transformasi tersebut turut tercermin dari kinerja perdagangan Maluku Utara. 

Surplus perdagangan provinsi tersebut mencapai Rp31,1 triliun pada 2025, dengan ekspor didominasi produk olahan nikel, ferronickel, nickel matte, MSP, nickel sulfate, dan kobalt.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA