Pada pembukaan perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,01 persen ke 69.323,35, sementara Topix melemah 0,8 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,60 persen menjadi 6.764,31 dan Kosdaq merosot 0,9 persen.
Tekanan juga terlihat di Australia. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,43 persen ke 8.690,30. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong dan Nifty 50 India masih berada dalam perdagangan jeda.
Di China, indeks Shanghai bergerak nyaris datar di sekitar level 3.842,109. Pergerakan bursa Asia secara umum menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah.
Sentimen pasar turut dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut membuat aset berisiko, termasuk saham, menjadi kurang menarik bagi investor.
Risalah pertemuan Federal Reserve juga menjadi perhatian pasar. Dokumen tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed mengenai kebijakan suku bunga, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.
BERITA TERKAIT: