Depresiasi Dolar AS ini terjadi di tengah sikap investor yang mencermati prospek suku bunga Federal Reserve, di mana peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun menjadi 19 persen dari 51 persen sepekan sebelumnya, meskipun peluang untuk Desember masih tinggi di angka 86 persen.
Penurunan Dolar AS tersebut memberikan ruang bagi mata uang global untuk bangkit.
Pelemahan Dolar AS mengangkat Euro melompat 0,35 persen menjadi 1,126 Dolar AS, setelah sehari sebelumnya merosot ke level terendah dalam 17 bulan di 1,116 Dolar AS, yang idorong oleh penurunan yield obligasi Prancis akibat meredanya harga energi.
Selain Euro, Poundsterling turut melonjak 0,42 persen menjadi 1,3275 Dolar AS menyusul tekanan pada mata uang Paman Sam.
Namun, Yen menjadi pengecualian di tengah pelemahan Dolar AS secara umum, di mana Dolar AS justru naik tipis 0,11 persen menjadi 158,08 Yen*di tengah sinyal kesiapan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga.
BERITA TERKAIT: