Enam Saham Hary Tanoe Jatuh di Bawah Rp50

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 06 Oktober 2026, 08:43 WIB
Enam Saham Hary Tanoe Jatuh di Bawah Rp50
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
Kecil Besar
rmol news logo Penerapan batas minimum harga saham Rp1 sudah berjalan lebih dari sepekan. Setelah berlaku sejak Senin 28 September 2026, perubahan dari batas lama Rp50 mulai memperlihatkan wajah baru perdagangan saham berharga rendah.

Salah satu yang paling mencolok terlihat pada saham-saham Grup MNC. Pantauan RMOL, hingga penutupan perdagangan Senin 5 Oktober 2026, enam dari sembilan emiten yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo masih berada di bawah level Rp50. 

Sebelum aturan baru berlaku, hanya dua saham MNC yang berada di bawah level tersebut. 

Enam saham itu terdiri dari PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) di Rp43, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Rp28, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) Rp30, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) Rp45, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) Rp23, dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) Rp21.

Dengan demikian, harga saham keenam emiten tersebut kini berada dalam rentang Rp21-Rp45. Ruang geraknya menjadi lebih lebar setelah BEI menghapus batas bawah Rp50 dan menetapkan Rp1 sebagai harga minimum perdagangan.

Sementara itu, tiga saham MNC lainnya masih bertahan di atas Rp50. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) berada di Rp180, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp123, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Rp75.

Perubahan ini terjadi ketika nama Hary Tanoesoedibjo tengah menjadi sorotan karena hubungannya dengan pengusaha jalan tol Jusuf Hamka sedang tidak baik. 

Perselisihan keduanya kembali memanas setelah Hary Tanoe melaporkan Jusuf Hamka ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik pada 30 September 2026. Konflik tersebut berakar dari sengketa bisnis lama yang berkaitan dengan transaksi NCD Unibank. 

Di pasar modal, keduanya juga memiliki emiten yang berbeda. Hary Tanoe berada di belakang kelompok saham MNC yang kini sebagian besar tertekan di bawah Rp50. Sementara Jusuf Hamka dikenal sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus sosok penting di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan pengelola jalan tol yang sahamnya justru masih berada jauh di atas level Rp50. 

Pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2026, misalnya, CMNP melesat 5,80 persen menjadi Rp1.460 setelah Jusuf Hamka dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Data historis perdagangan juga mencatat level penutupan tersebut. 

Kontras itu membuat perkembangan saham kedua kelompok menarik dicermati. Di satu sisi, enam saham yang terafiliasi dengan Hary Tanoe kini sudah meninggalkan level gocap setelah aturan Rp1 diberlakukan. Di sisi lain, saham CMNP yang terkait dengan Jusuf Hamka masih berada di kisaran ribuan Rupiah.

Namun, pergerakan harga tersebut tentu tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan perseteruan kedua pengusaha. Harga saham tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi perusahaan, sentimen investor hingga dinamika pasar. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA