Ya, Golkar terlalu besar untuk tunduk pada kepentingan segelintir orang. Dalam perjalanan panjang sejarah politik Indonesia, Partai Golkar bukanlah organisasi politik yang lahir kemarin sore. Golkar merupakan salah satu kekuatan politik besar bangsa ini, dengan sejarah panjang, jaringan kader yang luas, serta kontribusi yang tidak sedikit dalam perjalanan demokrasi dan pembangunan nasional.
Kebesaran Golkar bukan hanya terletak pada lambang pohon beringin, bukan pula semata-mata pada kekuatan elektoral dan jumlah kursi di parlemen. Kebesaran Golkar sesungguhnya terletak pada kekuatan institusi, loyalitas kader, kematangan politik, tradisi organisasi, serta kemampuannya menjaga kehormatan dan kemandirian dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Namun, setiap organisasi besar pasti akan menghadapi ujian. Ada masa ketika sebuah partai harus menentukan sikap: tetap berdiri tegak sebagai institusi politik yang berdaulat atau perlahan kehilangan jati dirinya karena terlalu jauh terseret dalam pusaran kepentingan kekuasaan.
Di tengah dinamika tersebut, nama Bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung menjadi sosok yang patut diperhitungkan dalam percakapan mengenai masa depan Partai Golkar.
Kami memandang bahwa Golkar membutuhkan lebih dari sekadar figur yang mampu menjalankan rutinitas organisasi. Golkar membutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian politik, kedalaman pemikiran, ketegasan sikap, dan kesadaran sejarah bahwa partai sebesar Golkar tidak boleh kehilangan kedaulatannya.
Golkar adalah Rumah Besar Kader
Satu hal yang harus dipahami oleh siapa pun yang berada dalam lingkaran kepemimpinan Golkar: partai ini bukan milik pribadi, bukan milik keluarga, bukan pula milik kelompok tertentu.
Golkar adalah rumah besar yang dibangun melalui perjalanan panjang dan pengabdian banyak generasi. Tidak boleh ada satu pun kekuatan politik yang merasa berhak menguasai seluruh arah dan masa depan organisasi tanpa menghormati mekanisme, konstitusi, serta suara kader.
Kepemimpinan partai harus lahir dari proses demokratis, bukan dari tekanan, transaksi kepentingan, ataupun sekadar kedekatan dengan pusat kekuasaan.
Sebab, ketika demokrasi internal mulai kehilangan ruang, ketika kritik dianggap sebagai pembangkangan, dan ketika perbedaan pandangan dipandang sebagai ancaman, saat itulah sebuah organisasi harus melakukan refleksi besar-besaran.
Golkar harus tetap menjadi partai yang memiliki keberanian untuk menentukan sikap, termasuk ketika langkah tersebut tidak selalu sejalan dengan kepentingan pihak-pihak yang sedang berkuasa.
Jangan Biarkan Kekuasaan Mengalahkan Marwah Organisasi
Dalam politik, kedekatan dengan kekuasaan memang dapat memberikan keuntungan strategis. Namun, kedekatan tersebut tidak boleh mengorbankan independensi dan kehormatan organisasi.
Partai politik yang sehat harus mampu bekerja sama dengan pemerintah tanpa kehilangan daya kritisnya. Mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat adalah kewajiban moral, tetapi memberikan kritik terhadap kebijakan yang tidak tepat juga merupakan tanggung jawab politik.
Tidak ada kehormatan dalam sikap diam ketika organisasi membutuhkan keberanian untuk berbicara.
Tidak ada kebesaran dalam kepemimpinan yang hanya mengutamakan keselamatan jabatan. Dan tidak ada masa depan yang kuat apabila kader-kadernya kehilangan keberanian untuk menyampaikan kebenaran.
Golkar harus mampu membedakan antara loyalitas kepada pemerintah dan loyalitas kepada organisasi. Keduanya bukan sesuatu yang harus selalu dipertentangkan, tetapi juga tidak boleh dicampuradukkan.
Sebab, pemerintah datang dan pergi, kekuasaan memiliki batas waktu, tetapi organisasi harus terus hidup melampaui pergantian rezim dan generasi.
Momentum Pembuktian
Bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung, sejarah politik tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pandai membaca keadaan. Sejarah juga membutuhkan orang-orang yang berani mengambil sikap ketika keadaan menuntut adanya perubahan.
Kami percaya bahwa pengalaman, pemikiran, dan perjalanan politik merupakan modal penting untuk ikut memberikan arah bagi masa depan Golkar.
Tetapi pengalaman saja tidak cukup. Popularitas saja tidak cukup. Kedekatan dengan elite saja juga tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memperjuangkan demokrasi internal, keberanian membuka ruang perbedaan pendapat, keberanian mengoreksi kekeliruan, serta keberanian memastikan bahwa kepentingan partai selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Jangan takut terhadap kritik apabila itu lahir dari kepedulian. Jangan alergi terhadap perbedaan apabila hal tersebut justru dapat memperkuat organisasi.
Sebab, partai yang besar, bukan partai yang seluruh kadernya selalu mengatakan setuju. Partai yang besar adalah partai yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan dan tujuan perjuangannya.
Momentum Konsolidasi
Kami berharap jika (berita) Munaslub menjadi jalan yang ditempuh melalui mekanisme organisasi yang sah, maka momentum tersebut harus dimaknai sebagai ruang evaluasi dan pembaruan.
Jangan sampai Munaslub hanya menjadi arena pertarungan kepentingan elite. Jangan sampai suara kader di daerah hanya dijadikan pelengkap dalam sebuah keputusan yang sesungguhnya telah ditentukan oleh segelintir orang.
Kader di daerah memiliki hak untuk didengar. Pengurus di tingkat bawah memiliki hak untuk menyampaikan pandangan. Generasi muda Golkar harus mendapatkan ruang untuk ikut menentukan masa depan organisasi.
Momen ini seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, memperbaiki tata kelola, membangun kembali kepercayaan kader, dan memastikan bahwa kepemimpinan Golkar benar-benar memperoleh legitimasi dari mekanisme demokrasi partai.
Yang harus diselamatkan bukan sekadar posisi seseorang. Yang harus diselamatkan adalah kehormatan institusi. Yang harus diperjuangkan bukan sekadar pergantian figur. Yang harus diperjuangkan adalah masa depan Golkar.
Golkar Butuh Keberanian
Kepada seluruh kader Partai Golkar, jangan pernah lupa bahwa kekuatan terbesar sebuah partai bukan terletak pada siapa yang sedang memegang kekuasaan, melainkan pada soliditas organisasi dan kepercayaan masyarakat.
Jangan biarkan perbedaan kepentingan membuat kader saling menjatuhkan. Jangan biarkan ambisi individu menghancurkan persaudaraan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Tetapi pada saat yang sama, jangan pula menjadikan alasan persatuan untuk membungkam kritik dan menutup ruang evaluasi.
Persatuan tanpa demokrasi hanya akan melahirkan kepatuhan semu. Loyalitas tanpa keberanian mengoreksi hanya akan membuat organisasi berjalan tanpa arah.
Golkar harus menjadi partai yang dewasa, terbuka, kritis, dan berani menentukan masa depannya sendiri. Kepada Bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung, kami ingin menyampaikan satu pesan:
“Jadilah bagian dari sejarah yang memperjuangkan kehormatan organisasi. Jangan hanya menjadi saksi ketika sebuah partai besar menghadapi ujian, tetapi jadilah bagian dari kekuatan yang mendorong lahirnya perubahan dan pembaruan.”
Sebab, jabatan mungkin memiliki batas waktu, tetapi nilai perjuangan dan kehormatan akan selalu dikenang.
Penutup
Kami berharap Partai Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang mandiri, bermartabat, dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Golkar tidak boleh kehilangan karakter hanya karena perubahan peta kekuasaan. Golkar tidak boleh kehilangan keberanian hanya karena tekanan politik. Dan Golkar tidak boleh kehilangan masa depannya hanya karena kepentingan sesaat. Bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung, inilah saatnya menunjukkan bahwa politik bukan semata-mata tentang bagaimana memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, melainkan tentang bagaimana menjaga kehormatan, memperjuangkan prinsip, dan meninggalkan warisan perjuangan yang baik bagi generasi berikutnya.
Kami tidak membutuhkan Golkar yang hanya besar dalam angka, tetapi lemah dalam prinsip. Kami membutuhkan Golkar yang besar dalam sejarah, kuat dalam organisasi, berani dalam sikap, dan bermartabat dalam perjuangan.
Karena pada akhirnya: Kekuasaan boleh berganti, pemimpin boleh silih berganti, tetapi marwah partai harus tetap dijaga! Salam hormat dan dukungan moral untuk Bang Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Eko Saputra
Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni BEM Nusantara (IKA BEMNUS)
BERITA TERKAIT: