Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026, 02:08 WIB
Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia
Prof Dr Henry Indraguna. (Foto: Dok. Pribadi)
Kecil Besar
SETIAP tanggal 20 Oktober, saya selalu meluangkan waktu untuk merenung. Pada tanggal "keramat" di tahun 2026 ini, Partai Golkar genap berusia 62 tahun.    

Mengarungi waktu sejak kejatuhan Orde Lama hingga saat sekarang masih eksis menjadi pelaku sejarah republik ini berjalan sebagaimana mestinya sesuai konstitusi adalah usia yang tidak muda lagi.    

Golkar adalah sebuah kekuatan partai politik yang jamak berpengaruh bagi kehidupan berbangsa dan negara di republik ini. Terlebih lagi di negeri dengan dinamika politik secepat Indonesia.    

Daya tahan Golkar bukan kebetulan. Sejak lahir sebagai Sekber Golkar pada 1964, partai ini melewati banyak zaman: Orde Baru, Reformasi, hingga era demokrasi yang makin terbuka.

Banyak partai datang dan pergi, tetapi Golkar tetap berdiri. Partai ini punya akar yang kuat di tengah masyarakat, mesin organisasi yang tertata dari pusat hingga desa, dan tradisi melahirkan kader yang siap mengelola pemerintahan. Kemampuan beradaptasi inilah warisan terbesar partai kita.   

Di titik sejarah inilah Bahlil Lahadalia memimpin sebagai Ketua Umum sejak Munas Agustus 2024.    

Saya melihat kepemimpinan Bahlil membawa energi yang dibutuhkan partai yang dalam sejarahnya sangat dinamis.    

Bahlil dikenal dengan pembawaan yang lugas, tegas, dan membumi. Perjalanan hidupnya dari bawah, sebagai pengusaha muda hingga menteri, memberi pesan kuat bahwa Golkar terbuka bagi siapa pun yang mau bekerja keras, serius dan tentu ukurannya adalah berprestasi.   

"Sang Mutiara Hitam" dari Indonesia Timur ini juga menegaskan bahwa Golkar adalah institusi kader milik seluruh anak bangsa, bukan milik dinasti tertentu. 

Partai senior ini menjunjung tinggi nilai-nilai inklusi dan sangat akomodatif menampung segala ide maupun gagasan yang diejawantahkan dalam doktrin Karya Kekaryaan.    

Hal inilah yang menjadi fondasi yang sehat bagi regenerasi dan meritokrasi di tubuh partai.   

Optimisme saya bertumpu pada empat hal. 

Pertama adalah soliditas.    

Partai besar selalu diuji oleh perbedaan pandangan dan kepentingan. Namun yang menjadi batu uji dan menentukan adalah kemampuan pemimpin merawat kebersamaan dan saya melihat upaya itu terus dijalankan lewat konsolidasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga tingkat bawah atau konkretnya di akar rumput.      

Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di acara Tasyakuran HUT Partai Golkar ke 62 Tahun di DPP Partai Golkar, Anggrek Nely Murni Slipi, Jakarta mengatakan bahwa pada dua tahun dua bulan kepemimpinannya di Beringin telah berhasil mengkonsolidasikan kekuatan Partai Golkar dengan telah selesai Musda di tingkat Provinsi di 38 Provinsi yang tidak satu pun Musda di bawa ke DPP. 

Artinya Musda selesai, sepakat dan mufakat di tingkat daerah saja dan tidak perlu ada cawe-cawe di Pusat. Sedangkan di Kabupaten/ Kota sudah rampung 90 persen, Kecamatan 60 persen dan Desa/Kelurahan 50 persen.    

Bahlil juga meyakinkan pada tahun Desember 2026 konsolidasi sudah selesai dari Pusat hingga ke tingkatan Kelurahan dan Desa. Dan pada awal tahun 2027 program-program partai yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat akan di gaspol.  

Dengan demikian Bahlil mampu mengelola partai yang berbasiskan kepada kaderisasi sehingga program-program partai akan efektif dan optimal dapat berjalan yang ujungnya kepercayaan rakyat akan semakin meningkat hingga berdampak kepada insentif elektoral saat Pemilu 2029 dengan peningkatan kursi di DPR.    

Saya juga berkeyakinan kader yang solid adalah modal utama untuk memenangkan kepercayaan rakyat. 

Kedua, peran dalam pemerintahan.   

Partai Golkar tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.    

Dukungan ini tidak boleh berhenti pada sikap politik sana. Komitmen politik harus diwujudkan lewat kontribusi nyata kader di eksekutif dan legislatif untuk program yang menyentuh rakyat, seperti ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi daerah.  

Pengalaman Bahlil di sektor energi dan investasi sangat relevan dengan agenda-agenda tersebut.   

Ketiga, regenerasi dan kekuatan gagasan. 

Golkar wajib membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, perempuan, akademisi, dan profesional.    

Sebagai profesional yang berlatar belakang hukum, saya berharap partai makin memperkuat budaya kerja berbasis data, kajian kebijakan, serta kepatuhan pada hukum dan etika.   

Partai modern tidak cukup bersandar pada nama besar. Ia harus unggul dalam gagasan dan integritas, karena di sanalah kepercayaan publik dipertaruhkan.    

Keempat, kedekatan dengan rakyat.   

Kekuatan Golkar sejak dulu adalah kehadirannya menjadi problem solver bagi rakyat hingga pelosok Negeri.    

Saya berharap kader di setiap tingkatan terus hadir menyerap aspirasi dan membantu persoalan nyata warga, bukan hanya menjelang pemilu saja.    

Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi, keterbukaan, dan keberpihakan. Semboyan “Suara Rakyat, Suara Golkar” harus terus dibuktikan dalam kerja sehari-hari dan bukan hanya retorika dan sloganitis    

Tentu masih jamak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Golkar ke depan di era serba digital dan perkembangan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. 

Menjaga kepercayaan publik, menjawab ekspektasi generasi muda, dan memastikan kader berintegritas tidak boleh dianggap ringan.    

Namun saya percaya, dengan kepemimpinan yang komunikatif, organisasi yang solid, dan semangat kerja kolektif dan membuat serta mengeksekusi program-program bebasiskan data, semua tantangan itu dapat dijawab.   

Pada usia ke-62 ini, saya mengajak seluruh kader untuk merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, menjaga marwah partai, dan mengabdi untuk bangsa.    

Dirgahayu 62 Tahun Partai Golkar (20 Oktober 2026)    

Semoga beringin kian rindang, kokoh akarnya, dan teduh bagi seluruh rakyat Indonesia.   

Bersama rakyat, Golkar dapat memberikan karya nyata mewujudkan rakyat sejahtera.rmol news logo article

Prof Dr Henry Indraguna
Tenaga Ahli DPR/ Dewan Pengawas Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA