Forum Ekonomi RMOL
Forum Ekonomi Politik RMOL Mobile

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 08 November 2026, 04:18 WIB
Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi
Momen kebersamaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo .Penahanan mantan Kapolri sekaligus mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo gara-gara kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi pukulan berat bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Demikian pandangan analis politik Saiful Huda Ems, dikutip Minggu 8 November 2026.

"Sampai-sampai di masa Kapolri LSP, Mabes Polri seperti ada dua Satu di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan dan satunya lagi di Solo," kata Saiful.

Akibat hubungannya yang sangat dekat dengan Jokowi, kata Saiful, wajar jika kemudian meyakini Polri era LSP masa terburuk dalam sejarah.

"Karena Jokowi sering menggunakan institusi Polri untuk kepentingan keluarganya," kata Saiful.

Beruntung, setelah hampir enam tahun memimpin korps Bhayangkara, LSP digantikan oleh Jenderal Suyudi Ario Seto.

"Bahkan orang-orang LSP dipreteli satu-satu, dimutasi kesana kemari," kata Saiful.

Namun sayangnya, lanjut Saiful, LSP berhasil memindahkan alat sadap tercanggih dari Mabes Polri ke rumah dinas anak buahnya.

"Dengan alat canggih itu, LSP menyadap Presiden Prabowo Subianto dan para pejabat negara, termasuk para elite partai dan tokoh-tokoh oposisi," kata Saiful.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA