Pernyataan tersebut disampaikan Tamil merespons isu yang menyebut Dasco berpeluang menjadi Wakil Presiden (Wapres) di tengah dinamika politik nasional.
Menurut Tamil, rekam jejak Dasco menunjukkan bahwa dirinya tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan politik. Salah satunya ketika Dasco memberikan keyakinan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Saat itu, Dasco secara terbuka menyatakan siap mundur apabila RUU Perampasan Aset tidak disahkan.
"Pak Dasco itu adalah orang yang paling ikhlas menjaga stabilitas bangsa ini, beliau tidak punya ambisi soal jabatan," kata Tamil kepada RMOL, Jumat, 6 November 2026.
Tamil juga menyoroti posisi Dasco yang hingga saat ini tetap menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Padahal, menurutnya, peluang untuk menduduki posisi menteri koordinator maupun jabatan strategis lainnya terbuka lebar.
Namun, Dasco dinilai tidak menunjukkan ambisi untuk mengejar jabatan tersebut.
Atas dasar itu, Tamil menilai isu Dasco akan menjadi Wapres hanya merupakan bagian dari pola adu domba politik sekaligus pengalihan isu.
"Jadi, isu Pak Dasco mau jadi wapres itu hanya pola adu domba politik dan pengalihan isu," tegasnya.
Lebih lanjut, Tamil meminta publik tidak terjebak dalam polemik mengenai isu jabatan tersebut. Ia justru mengajak masyarakat untuk mencermati dugaan percobaan makar yang menurutnya perlu diusut hingga tuntas.
"Kita fokus pada Percobaan Makar ini, tilik sampai dalam, bungkus aktor intelektual yang selalu membuat gaduh bangsa ini," pungkas Tamil.
BERITA TERKAIT: