Pesan-pesan seperti “Kami Setia Bersama Prabowo”, “Prabowo Tidak Sendiri”, dan “Satu Barisan Bersama Prabowo” menjadi narasi yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat.
Fenomena ini dinilai sebagai sinyal bahwa kelompok masyarakat yang selama ini lebih banyak diam atau tidak terlalu aktif menyampaikan pandangan politiknya di ruang publik, atau yang kerap disebut silent majority, mulai menunjukkan sikap dan menyatakan dukungan secara terbuka kepada Presiden Prabowo.
"Ada kelompok masyarakat yang selama ini diam, mengamati, dan mengikuti perkembangan. Sekarang mereka mulai menunjukkan sikap dan pesannya jelas," kata Ketua Umum Arus Bawah Prabowo (ABP), Michael F. Umbas kepada wartawan, Kamis 5 November 2026.
Menurutnya, munculnya berbagai materi visual dan pesan dukungan di media sosial memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dengan Prabowo masih terpelihara.
Umbas menilai, istilah silent majority tidak boleh selalu diartikan sebagai kelompok masyarakat yang pasif atau tanpa sikap politik. Mereka justru bisa menjadi kekuatan sosial yang menentukan, meskipun tidak selalu tampil dalam hiruk-pikuk perdebatan politik.
Umbas mengatakan, pesan “Prabowo Tidak Sendiri” memiliki makna lebih dari sekadar slogan politik. Pesan tersebut merupakan ekspresi solidaritas masyarakat kepada pemimpin yang sedang menjalankan mandat pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh elemen relawan dan pendukung Prabowo agar menyampaikan dukungan secara positif, dewasa, dan bertanggung jawab.
Dukungan politik, kata dia, sebaiknya diwujudkan melalui partisipasi konstruktif, menjaga persatuan, serta ikut mengawal program-program pemerintah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum ABP, Supriyanto menyatakan Arus Bawah Prabowo tidak ingin dukungan kepada Presiden hanya berhenti pada slogan, poster, atau kampanye di media sosial. Dukungan harus diterjemahkan menjadi energi sosial yang produktif.
"Relawan dan masyarakat perlu ikut mengawal agenda pembangunan, menyampaikan aspirasi dari bawah, serta memberikan masukan apabila terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: