Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, Relasi Politik Prabowo-Jokowi Kandas?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 04 November 2026, 19:20 WIB
Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, Relasi Politik Prabowo-Jokowi Kandas?
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar persoalan hukum semata.

Pengamat Politik sekaligus Direktur SCL Taktika Konsultan, Iqbal Themi menduga, penetapan tersangka pada Jenderal Sigit menjadi sinyal kandasnya relasi politik Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pandangan Iqbal, Sigit bukan figur sembarangan dalam lingkar kekuasaan Jokowi. Kedekatannya terbangun sejak Jokowi menjabat Walikota Solo, hingga berlanjut sebagai ajudan Presiden lalu dipercaya menjadi Kapolri. 

"Karena itu, ketika figur yang begitu lekat dengan Jokowi justru terseret dugaan penyadapan terhadap Prabowo, wajar jika muncul pertanyaan besar tentang masa depan hubungan politik keduanya,” ujar Iqbal kepada wartawan, Kamis 4 November 2026.

Menurut Iqbal, kasus ini perlu dibaca dalam konteks dinamika loyalitas dan kepentingan politik setelah pergantian kekuasaan. Sebab, hubungan antara Presiden dan pendahulunya tidak hanya ditentukan oleh kedekatan personal, tetapi juga oleh jaringan elite yang menopang kepentingan masing-masing.

“Persoalan muncul ketika kepentingan jaringan lama berpotensi berbenturan dengan otoritas Presiden yang sedang berkuasa. Kasus Listyo patut dibaca dalam konteks kemungkinan benturan tersebut,” jelasnya.

Iqbal juga menyoroti dugaan penyadapan yang disebut berlangsung sejak 2025. Menurutnya, perkara ini menjadi semakin serius karena menyangkut akses terhadap informasi strategis kepala negara.

“Apakah semata tindakan para tersangka, atau ada kepentingan lain di belakangnya? Penyidikan harus mampu membongkar motif dan aliran informasi itu,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Iqbal juga menyoroti belum adanya kepastian apakah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menjadi sasaran penyadapan. 

Menurutnya, kejelasan mengenai hal tersebut penting untuk membaca pola dan kepentingan di balik penyadapan, mengingat Gibran juga merupakan putra Jokowi. Posisi Gibran menjadi salah satu variabel politik yang patut dicermati dalam membaca arah hubungan Prabowo dan Jokowi.

“Menurut pembacaan saya, relasi politik Prabowo dan Jokowi berpotensi memasuki fase keretakan yang lebih terbuka. Keduanya mungkin tetap menjaga hubungan personal, tetapi itu tidak berarti seluruh kepentingan politik mereka masih sejalan," tandasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA