Ketua FPI, Habib Muhammad Alatas menilai langkah MUI yang berdiri paling depan dalam menolak konser tersebut merupakan bentuk nyata dalam menjaga kehormatan serta amanat konstitusi Republik Indonesia yang melarang segala bentuk penjajahan di atas dunia.
"Kami yang pertama ingin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia yang tetap konsisten untuk mengawal negeri ini di dalam menjaga marwah bangsa," ujar Habib Muhammad Alatas lewat keterangan resminya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Penolakan yang dilayangkan oleh FPI maupun MUI sama sekali tidak didasari oleh sikap anti terhadap pertunjukan musik.
Namun murni berlandaskan kemanusiaan dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, mengingat rekam jejak Andrea Bocelli yang dinilai memberikan dukungan konkret serta bantuan kepada tentara pendudukan Israel (IDF).
"Kami pahami bahwa penolakan kita bukan soal konser musik. Penolakan kita murni bahwa Bocelli ini fix memberikan bantuan ke IDF. Kalau bicara penolakan konser, banyak konser di Jakarta tidak kita usir. Tapi konser ini, unsur pembelaan dia terhadap Zionis itu menjadi sangat nyata," tegas Ketum DPP FPI tersebut.
FPI mewanti-wanti Kementerian Pariwisata maupun pihak promotor Showmaker Live tidak mengabaikan isu kemanusiaan ini demi mengejar keuntungan finansial belaka. FPI menyatakan keyakinannya peluang untuk membatalkan konser tersebut masih terbuka lebar.
BERITA TERKAIT: