Catatan Budiman Sudjatmiko:

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 21:30 WIB
Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita
Pertemuan Presiden Bazil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyandingkan capaian Brasil di bawah Presiden Luiz Inácio Lula da Silva dan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Penyandingan itu, mulai dari sekitar 40 juta siswa yang makan di sekolah-sekolah Brasil hingga 57,8 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. 

Dikatakan Budiman, setiap angka itu lahir dari keberpihakan dan memiliki wajah manusia di baliknya. Pemilu presiden Brasil 2026 berlangsung sangat ketat. 

Lula sempat tertinggal dari Flávio Bolsonaro di putaran pertama 4 Oktober (45,16% berbanding 47,03%). Ia lalu berbalik menang di putaran kedua 25 Oktober dengan 51,79% suara, kemenangan dari posisi kedua yang pertama dalam sejarah Brasil. 

Budiman, yang pernah bertemu langsung dengan Lula saat berkunjung ke São Paulo pada 2011, tak lama setelah Lula mengakhiri periode kedua pemerintahannya, menyambut kemenangan itu sebagai buah dari kesetiaan Lula pada agenda melawan lapar. 

Flávio menolak mengakui hasil itu dan akan meminta pembatalan, sementara partainya, PL, sudah mengakui kemenangan Lula yang ditetapkan TSE. 

Cerita Brasil dimulai dari seorang anak miskin. Lula lahir di pedalaman Pernambuco dan semasa kecil ikut keluarganya bermigrasi ke São Paulo untuk mencari penghidupan. Ia pernah menjadi penyemir sepatu, lalu bekerja sebagai buruh bubut hingga kehilangan satu jarinya dalam kecelakaan pabrik. 

Anak yang dulu mengenal lapar itu kelak memimpin negeri yang memberi makan anak-anak sekolahnya setiap hari. Angka-angka Brasil menunjukkan hasilnya. Program makan sekolah PNAE kini menjangkau sekitar 40 juta siswa. Brasil keluar dari Peta Kelaparan PBB pada 2014, sempat masuk kembali, lalu keluar lagi pada 2025. 

Ketika Lula mengakhiri dua periode pertamanya pada 2010, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya berada di atas 80 persen. 

Indonesia juga memiliki ceritanya sendiri. Di Cibinong, anak-anak dari keluarga pemulung kini bersekolah di Sekolah Rakyat, tempat mereka mendapat pendidikan, makan bergizi, dan tempat tinggal tanpa biaya. 

Bagi keluarga yang selama ini hidup dari memilah sampah, sekolah itu adalah pintu pertama untuk keluar dari kemiskinan antargenerasi. Di tingkat nasional, MBG telah menjangkau 57,8 juta penerima dan mempekerjakan 1,03 juta pekerja dapur. 

Program Cek Kesehatan Gratis telah melayani 108 juta orang. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan telah mengembalikan Rp52 triliun ke kas negara. 

“Di balik setiap angka ada seorang anak yang hari ini tidak lagi lapar. Itulah ukuran kebijakan,” demikian Budiman.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA