2 Tahun Prabowo-Gibran: Program CKG Sudah Jangkau 105 Juta Orang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 15:41 WIB
2 Tahun Prabowo-Gibran: Program CKG Sudah Jangkau 105 Juta Orang
Program cek kesehatan gratis. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 105 juta orang hingga 4 Oktober 2026. Program yang diluncurkan pada Februari 2025 itu menjadi salah satu upaya pemerintah mendeteksi risiko penyakit sejak dini sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua faktor risiko utama penyakit stroke dan kardiovaskular yang dipantau melalui program tersebut.

Dari peserta CKG tahun lalu yang terdiagnosis hipertensi, sebanyak 2,41 juta orang kembali menjalani pemeriksaan tahun ini. Dari jumlah itu, 1,13 juta orang atau 46,9 persen tercatat memiliki tekanan darah terkendali.

Sementara itu, dari 1,02 juta peserta yang terdiagnosis diabetes melitus pada tahun lalu, sebanyak 340.117 orang kembali mengikuti pemeriksaan. Sebanyak 235.895 orang atau 69,4 persen di antaranya memiliki kadar gula darah terkendali.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, hasil pemantauan tersebut menunjukkan pentingnya skrining dan penanganan faktor risiko kesehatan sejak dini. Data tersebut dihitung berdasarkan rekam medis peserta CKG hingga 30 September 2026.

Dante meyakini, jika tren pengendalian faktor risiko berlanjut, CKG berpotensi menjadi salah satu langkah untuk mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.

“Jadi, manfaatnya (CKG) baru terasa di tahun 2035, tapi sudah kita mulai kerjakan dari sekarang. Jadi, sampai 10 tahun nanti kita benar-benar akan merasakan manfaatnya,” ujar Dante dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat CKG mencapai 130 juta orang hingga akhir 2026. Artinya, masih ada sekitar 25 juta orang yang perlu dijangkau untuk memenuhi target tersebut. Selain memperluas cakupan pemeriksaan, pemerintah juga menghadapi tantangan memastikan peserta yang terdeteksi memiliki risiko penyakit mendapatkan tindak lanjut medis secara konsisten.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut CKG sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menekan beban pembiayaan kesehatan akibat penyakit kronis.

“Ini adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,” kata Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum pada 22 Januari 2026.

Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia, yang saat ini disebut berada di kisaran 71 hingga 72 tahun, menjadi 76 hingga 78 tahun. Dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR pada 14 Agustus 2026, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan CKG dan memperluas jangkauannya.

“Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat,” tegasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA