Forum ini diselenggarakan untuk mengevaluasi capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus merumuskan arah pembangunan Sumatra Barat (Sumbar), khususnya pada sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Dalam diskusi tersebut, Konselor Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Julia Eva Putri, mengapresiasi perhatian pemerintahan Prabowo terhadap dunia pendidikan selama dua tahun terakhir. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan SDM berkualitas yang akan menentukan masa depan bangsa.
“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM berkualitas. Namun, tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses dan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan guru, pembentukan karakter siswa, serta kesehatan mental anak,” ujar Julia dalam keterangannya, Senin 26 Oktober 2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan layanan konseling, pendidikan karakter, serta pencegahan tindakan perundungan (*bullying*) demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Forum ini turut menyoroti perlunya pergeseran indikator keberhasilan pembangunan pendidikan. Capaian di sektor ini dinilai tidak cukup hanya diukur dari jumlah lulusan, nilai rapor, atau banyaknya program yang telah terlaksana.
“Pendidikan perlu diarahkan pada pembentukan keterampilan nyata, kemampuan berpikir kritis, penguatan literasi dan numerasi, serta kecakapan siswa dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Selain kualitas pembelajaran, pemerataan akses dan fasilitas pendidikan di Sumatra Barat juga menjadi sorotan utama. Sejumlah tantangan yang dibahas meliputi keterbatasan sarana sekolah, kekurangan tenaga pendidik, serta hambatan geografis dan sosial-ekonomi di lapangan.
Lebih lanjut, forum ini mendorong agar peningkatan mutu pendidikan di era pemerintahan Prabowo diiringi dengan dukungan nyata bagi para guru. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pelatihan yang aplikatif, peningkatan kesejahteraan, hingga pemangkasan beban administratif yang tidak esensial bagi tenaga pendidik.
“Pendidikan karakter, pencegahan perundungan, dan penguatan layanan konseling harus terintegrasi dalam perencanaan kebutuhan pendidikan nasional maupun daerah,” tegas Julia.
Melalui penyelenggaraan Sumatra Barat Policy Forum 2026, pembenahan sektor pendidikan di Sumbar diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, didukung oleh akurasi data, transparansi anggaran, serta evaluasi yang terukur.
“Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik dan memiliki karakter kuat,” pungkas Julia menutup diskusi.

BERITA TERKAIT: