Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 19:51 WIB
Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak
Dino Patti Djalal. (Foto: Instagram)
Kecil Besar
rmol news logo Dino Patti Djalal menduga ada pola terorganisasi di balik penyebaran kabar fiktif yang mengaitkan dirinya dan analis politik Saiful Mujani dengan pertemuan bersama Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini menilai penyebaran kabar melalui sejumlah akun media sosial tidak bisa serta-merta dianggap sebagai tindakan iseng. Ia mencurigai adanya tim yang bekerja secara terkoordinasi untuk membentuk persepsi tertentu di tengah masyarakat.

“Ini mencerminkan adanya satu modus operandi yang baru, yaitu suatu teknik di mana suatu tim yang tidak diketahui wujudnya, anggotanya, saya katakan tim siluman, mereka membuat berita-berita yang fiktif, posting di berbagai akun yang mereka buat sendiri,” ujar Dino dikutip dari video klarifikasinya, Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurutnya, pola tersebut diduga dirancang untuk menciptakan kesan bahwa informasi berasal dari banyak sumber independen, padahal ia mencurigai penyebarannya terkoordinasi.

“Saya katakan ini adalah murni dari bawah tapi tidak, ini adalah aksi yang terkoordinir, terorganisir, dan ada backing-nya,” kata dia tanpa menyebut detail siapa yang dimaksud.

Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ini secara tegas membantah kabar dirinya bersama Saiful Mujani mengunjungi kediaman Dubes Singapura di Jakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026. Informasi tersebut sepenuhnya fiktif.

Ia menyebut di hari yang sama sedang berada di Perth, Australia untuk berbicara dalam sesi perubahan iklim yang diselenggarakan NLSM Global Citizen. Ia baru kembali ke Indonesia pada Selasa malam.

Kedutaan Besar Singapura di Jakarta juga telah mengeluarkan klarifikasi resminya hari ini. Kedubes menegaskan tidak ada kunjungan kedua tokoh tersebut ke kediaman Kwok Fook Seng pada tanggal yang disebutkan dalam unggahan media sosial.

"Tidak ada kunjungan seperti itu yang terjadi. Ini jelas merupakan disinformasi, dan Kedutaan Besar akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk mengatasinya," tegas pernyataan Kedubes Singapura hari ini. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA