Komisi XI Berulang Kali Minta Evaluasi Pasar Modal di Tengah Tekanan MSCI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 12:28 WIB
Komisi XI Berulang Kali Minta Evaluasi Pasar Modal di Tengah Tekanan MSCI
Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah diminta terus mengevaluasi dan memantau kondisi pasar modal menyusul gejolak yang terjadi setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, mengatakan parlemen berulang kali meminta evaluasi dan pemantauan terhadap penurunan pasar modal melalui rapat bersama pihak terkait.

"Sering sekali Komisi XI itu rapat, kemudian memohon lakukan evaluasi monitoring, termasuk terhadap penurunan pasar modal," kata Misbakhun di DPP Golkar, Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurutnya, upaya reformasi pasar modal telah dilakukan secara serius dan struktural, termasuk melalui proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar saham Indonesia.

Misbakhun menegaskan, pembenahan tata kelola harus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar internasional.

"Ini untuk memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional," ujarnya.

Ia juga menyebut BEI telah beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan MSCI mengenai persyaratan yang harus dipenuhi. Informasi mengenai persyaratan tersebut turut disampaikan kepada Komisi XI DPR.

"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan," kata Misbakhun.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa gejolak pasar modal tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi nasional, tetapi juga tekanan geopolitik global yang dapat merambat ke perekonomian Indonesia.

"Dinamika di dalam pasar modal ini kan selalu volatile. Tetapi kita juga ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa situasi-situasi saat ini juga tidak berdasarkan hanya situasi ekonomi nasional saja," tuturnya.

Karena itu, Misbakhun berharap seluruh dinamika tersebut dapat diatasi dengan baik melalui langkah-langkah yang tepat dari para pengambil kebijakan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA