Direktur Eksekutif FIXPOLL Indonesia, Mohammad Anas RA, mengatakan angka tersebut menunjukkan adanya evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir.
"Masyarakat memberikan evaluasi terhadap penyeleanggraan pemerintahan dalam dua tahun terakhir, ada 45 persen setuju dilakukan perombakan kabinet, kecemasan publik saat ini menitikberatkan agar presiden Prabowo melakukan reshuffle terhadap Menteri yang berkinerja buruk," ujarnya, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurut Anas, dorongan reshuffle tersebut berkaitan dengan harapan masyarakat agar Presiden mengevaluasi menteri yang dinilai berkinerja buruk.
Adapun tingkat kepuasan publik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih dapat dirasakan. Tetapi masyarakat mulai menunjukkan kecemasan terhadap kondisi ekonomi dan kinerja pemerintahan.
Berdasarkan hasil survei yang beredar dari sejumlah Lembaga survei, sebanyak 58 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kondisi ekonomi, sementara 47 persen tidak puas terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
"Ketidakpuasan publik terhadap sektor ekonomi dipicu kondisi ekonomi keluarga, harga sembako mahal, susah mencari lapangan pekerjaan dan biaya berobat mahal," katanya.
BERITA TERKAIT: