Hal itu dikemukakan pengamat politik dari UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaludin, dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?” yang digelar Perkumpulan Pemuda Keadilan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.
Asep mengatakan, masa dua tahun merupakan momentum melihat perkembangan pelaksanaan Asta Cita, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Asep, berbagai langkah perbaikan yang dijalankan pemerintahan Prabowo merupakan bagian dari upaya membenahi persoalan yang telah berlangsung lama sekaligus menyiapkan masa depan bangsa.
“Yang pertama adalah penguatan SDM dan kesejahteraan dasar. Dalam hal ini, banyak perbaikan yang dilakukan oleh Pak Prabowo,” ujar Asep dikutip melalui keterangannya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia memerhatikan, arah pembangunan yang ditempuh pemerintah tidak hanya berorientasi pada kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi mendatang agar mampu tumbuh, berkembang, dan berkontribusi bagi Indonesia.
“Pak Prabowo ini sebenarnya menegaskan satu hal bahwa yang dia berikan itu bukan hanya generasi masa sekarang, bukan hanya generasi saat ini, tapi bagaimana generasi yang akan datang bisa hidup, tumbuh, dan berkembang untuk menjaga Indonesia,” tuturnya.
Asep juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini. Menurut dia, perhatian terhadap kebutuhan generasi sejak masa balita merupakan bagian penting dari pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Nah, lewat Asta Cita ini juga Pak Prabowo memberikan empati dan perhatian terhadap permasalahan tumbuh kembang generasi, yang diperhatikan sejak mereka balita. Itu sifat empati yang jarang dimiliki, menurut saya, oleh para pemimpin,” tuturnya.
Ia optimistis, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah akan semakin menunjukkan hasil pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, kesinambungan program menjadi penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Asep berharap, dampak positif pembangunan SDM tidak hanya dirasakan oleh generasi muda, tetapi juga oleh kelompok masyarakat dari generasi yang lebih tua.
“Saya yakin di tahun ketiga, tahun keempat itu akan lebih banyak hasilnya, akan lebih terasa dampaknya bukan hanya untuk generasi muda, tapi generasi di atas kita juga,” ujarnya.
Dalam diskusi yang dipandu Sekretaris Jenderal Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM), Nopri Agustian, ini turut menyampaikan pandangannya Aktivis Pejuang Keadilan, Dendi Budiaman.
Ia memandang, masyarakat, mahasiswa, dan media massa perlu ikut serta mengawal jalannya pemerintahan Prabowo selama tiga tahun mendatang, sebagai bentuk pengawasan publik yang memang telah nampak berjalan beriringan.
"Dengan demikian, program-program yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Dendi.
“Pak Prabowo ini bukan malaikat. Dua tahun ini tentu saja tidak lepas dari cacat. Maka itu kita harus kawal bersama dan apresiasi capaian-capaian yang telah dilakukan,” sambungnya menegaskan.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sipil diperlukan untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai tujuan serta mendorong perbaikan apabila masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya.
Dendi juga mengingatkan bahwa evaluasi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemerintah.
“Memang ada banyak capaian, meskipun ada juga banyak masalah. Maka dari sinilah peran kita sebagai masyarakat sipil untuk mengawal,” seru Dendi menambahkan.
BERITA TERKAIT: