Menteri Jangan Bikin Gaduh Saat Kepercayaan ke Pemerintah Pulih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 23 Oktober 2026, 09:37 WIB
Menteri Jangan Bikin Gaduh Saat Kepercayaan ke Pemerintah Pulih
Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukkan pemulihan kepercayaan investor terhadap pemerintah harus dijaga dengan konsistensi kebijakan dan komunikasi pejabat publik. 

Pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan, pernyataan pejabat yang tidak terkendali dan sikap antikritik justru bisa merusak momentum positif tersebut.

"Pengalaman kita, yang sering bikin kepercayaan turun itu bukan pihak luar, tapi pernyataan pejabat kita sendiri. Satu kalimat asal bicara bisa menghapus kerja berminggu-minggu," kata Hensa, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia menyarankan para menteri yang kerap membuat kegaduhan melalui pernyataan publik agar menahan diri. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan komunikasi pejabat tidak justru mengganggu kepercayaan yang mulai pulih.

"Jadi kalau ada menteri yang hobi bikin gaduh, sebaiknya puasa bicara dulu biar kepercayaan yang baru balik ini tidak kabur lagi," tutur Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu. 

Akademisi Universitas Paramadina itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan sinyal positif di pasar saham sebagai alasan untuk mengabaikan kritik. Baginya, kemampuan menerima kritik merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kepercayaan publik.

"Menurut saya pemerintah yang dipercaya itu pemerintah yang tahan dikritik, bukan yang sibuk membalas kritik. Stabil itu bukan berarti tidak ada suara yang berbeda. Stabil itu artinya pemerintah tetap tenang, tetap bekerja, dan tidak gampang baper setiap kali dikritik," tegasnya.

Hensa berharap momentum positif yang mulai terbentuk dapat dirawat melalui kerja nyata dan konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan.

"Momentumnya ada, tinggal pemerintah mau merawatnya atau malah merusaknya sendiri. Saya berharap pemerintah memilih yang pertama. Semoga sinyal baik ini bertahan. Yang dibutuhkan sekarang bukan tepuk tangan, tapi konsistensi," pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA