Pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan, pernyataan pejabat yang tidak terkendali dan sikap antikritik justru bisa merusak momentum positif tersebut.
"Pengalaman kita, yang sering bikin kepercayaan turun itu bukan pihak luar, tapi pernyataan pejabat kita sendiri. Satu kalimat asal bicara bisa menghapus kerja berminggu-minggu," kata Hensa, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menyarankan para menteri yang kerap membuat kegaduhan melalui pernyataan publik agar menahan diri. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan komunikasi pejabat tidak justru mengganggu kepercayaan yang mulai pulih.
"Jadi kalau ada menteri yang hobi bikin gaduh, sebaiknya puasa bicara dulu biar kepercayaan yang baru balik ini tidak kabur lagi," tutur Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu.
Akademisi Universitas Paramadina itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan sinyal positif di pasar saham sebagai alasan untuk mengabaikan kritik. Baginya, kemampuan menerima kritik merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kepercayaan publik.
"Menurut saya pemerintah yang dipercaya itu pemerintah yang tahan dikritik, bukan yang sibuk membalas kritik. Stabil itu bukan berarti tidak ada suara yang berbeda. Stabil itu artinya pemerintah tetap tenang, tetap bekerja, dan tidak gampang baper setiap kali dikritik," tegasnya.
Hensa berharap momentum positif yang mulai terbentuk dapat dirawat melalui kerja nyata dan konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan.
"Momentumnya ada, tinggal pemerintah mau merawatnya atau malah merusaknya sendiri. Saya berharap pemerintah memilih yang pertama. Semoga sinyal baik ini bertahan. Yang dibutuhkan sekarang bukan tepuk tangan, tapi konsistensi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: