Ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PB PENA 98) Tumpak Sidabutar mengatakan, program unggulan Prabowo yang mendesak dibenahi antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Terbongkarnya kasus korupsi hingga bongkar pasang pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) dalam waktu singkat membuat dukungan publik menyusut,” kata Tumpak melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.
Menurut Tumpak, secara umum publik masih menilai MBG sebagai program yang baik dan dibutuhkan, tapi banyak masalah terkait tata kelola hingga kasus-kasus keracunan harus ditangani dengan serius.
"Belum lagi KDMP yang belum berjalan maksimal," kata Tumpak.
Selain itu, kata Tumpak, Prabowo-Gibran masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait pembangunan 3 juta rumah rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
"Rendahnya tingkat kepuasan publik harusnya membuat Prabowo segera mengambil kebijakan yang pro rakyat," kata Tumpak.
Di mata Tumpak, saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah stabilitas harga bahan kebutuhan pokok serta penyediaan lapangan kerja.
"Terlebih pernah muncul janji penciptaan 19 juta lapangan kerja pada saat kampanye Pilpres 2024 lalu,” kata Tumpak.
Meski demikian, Tumpak melihat Prabowo sukses menorehkan prestasi berupa swasembada pangan, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Sekolah Rakyat.
“Kebijakan yang menyentuh bidang pendidikan dan kesehatan ini cenderung mendapat dukungan publik, sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Tumpak.
BERITA TERKAIT: