Asta Cita Prabowo Genap 2 Tahun, Kemajemukan Jadi Kekuatan Kemajuan Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 18 Oktober 2026, 12:16 WIB
Asta Cita Prabowo Genap 2 Tahun, Kemajemukan Jadi Kekuatan Kemajuan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Masa dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting untuk memperkuat kemajemukan sebagai modal pembangunan nasional.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI), Muhammad Natsir Sahib, menilai semangat Asta Cita yang menjadi arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo perlu diwujudkan melalui penguatan persatuan, gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Indonesia.

Ia memandang, kemajemukan bukanlah hambatan dalam pembangunan. Sebaliknya, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial merupakan kekuatan strategis yang dapat memperkokoh fondasi bangsa.

"Indonesia dibangun di atas kemajemukan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa," ujar Muhammad Natsir Sahib dalam keterangannya, Minggu, 18 Oktober 2026.

Natsir mengatakan, pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesempatan, serta pemeliharaan kerukunan sosial juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Menurutnya, semangat Asta Cita harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan santri, generasi muda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

Sebagai Ketua Umum DPP FOKSI, Natsir menegaskan prinsip kalangan santri yang memiliki tanggung jawab strategis untuk mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Santri tidak hanya berperan dalam penguatan pendidikan agama dan moral, tetapi juga dapat berkontribusi di bidang ekonomi, sosial, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, berwawasan luas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa.

"Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa. Nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan agar kita dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Natsir menilai keberhasilan pembangunan membutuhkan persatuan dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta generasi muda perlu membangun sinergi agar berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat yang luas.

Menurutnya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh rakyat.

"Momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Kemajemukan perlu kita rawat, persatuan harus kita jaga, dan gotong royong harus terus kita hidupkan," demikian Natsir menutup. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA