Keempat perubahan tersebut meliputi penguatan ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, serta perampingan badan usaha milik negara (BUMN).
Fernando menyampaikan hal itu dalam acara Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat malam, 16 Oktober 2026.
Menurut Fernando, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan pemberian kemudahan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.
Ia menilai Kopdes Merah Putih dapat menjadi upaya untuk melawan praktik rentenir yang selama ini membebani masyarakat.
Perubahan kedua, kata Fernando, terlihat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah mempercepat pencapaian swasembada beras, jagung, dan berbagai komoditas pangan lainnya untuk menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan di sektor ketahanan pangan. Ini menjadi penting, karena kebutuhan akan pangan tidak bisa ditunda dan apalagi di stop,” ujarnya.
Fernando juga menyoroti kebijakan hilirisasi sumber daya alam, terutama di sektor pertambangan. Menurutnya, hilirisasi diperlukan untuk menjaga pemanfaatan sumber daya alam di dalam negeri sekaligus mengamankan kebutuhan energi saat ini dan masa depan.
Ia mengingatkan agar kekayaan alam Indonesia tidak habis dinikmati negara lain, sementara Indonesia justru harus beralih menjadi negara pengimpor.
Terakhir, Fernando menilai upaya perampingan BUMN atau streamlining menjadi langkah untuk memperkuat daya saing perusahaan negara. Ia menyebut jumlah BUMN yang sebelumnya mencapai sekitar 1.000 perusahaan diarahkan menjadi sekitar 350 perusahaan.
"Hal ini bermaksud untuk memperkuat BUMN sebagai pemain kelas dunia, dengan fokus kepada bisnis yang sudah dijalani selama ini," ungkapnya.
Empat perubahan tersebut diharapkan dapat dijalankan secara konsisten agar pemerintahan Prabowo mampu memperkuat ekonomi rakyat, mewujudkan kemandirian pangan dan energi, serta membangun BUMN yang lebih efisien dan berdaya saing global.
BERITA TERKAIT: