Peninjauan dilakukan untuk memastikan keselamatan pegawai sekaligus mengawal pengamanan aset dan arsip pertanahan pascakebakaran.
Ossy bersyukur insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga memastikan Kementerian ATR/BPN mendukung penuh kepolisian untuk mengusut penyebab kebakaran.
“Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kementerian ATR/BPN mendukung penuh jajaran kepolisian untuk mengusu tuntas penyebabnya,” kata Ossy.
Selain penanganan insiden, pemulihan data dan keberlanjutan pelayanan pertanahan menjadi prioritas.
Ossy menegaskan, pemanfaatan basis data digital dan dukungan pemerintah daerah akan dioptimalkan agar hak pertanahan masyarakat tetap terlindungi.
“Penanganan fokus pada pemulihan data dan keberlanjutan operasional. Berbekal basis data digital dan dukungan Pemda, kami berkomitmen agar hak pertanahan masyarakat tetap terlindungi. Mohon kesabaran dan kearifan publik selama masa transisi pelayanan ini,” ujarnya.
Ossy turut mengapresiasi respons cepat tim pemadam kebakaran, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, PDAM, serta warga sekitar yang bahu-membahu menangani insiden tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim pemadam kebakaran, Pemda, TNI, Polri, BPBD, PDAM, serta warga sekitar atas respons cepat dan kolaborasinya. Sinergi ini menjadi penguat bagi kami untuk segera bangkit dan pulih,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: