Sekolah tersebut diharapkan menjadi sarana pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter dan kepribadian generasi muda.
Ketua DPD PDIP Jawa Timur, M Said Abdullah, mengatakan pembangunan sekolah tahfidz merupakan salah satu upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
“Sekolah tahfidz ini upaya kecil kami, PDI Perjuangan Jawa Timur, membangun kepribadian anak-anak. Sebagai bangsa besar harus punya jati diri, punya karakter. Karakter perlu dibangun sejak dari anak-anak,” ujar Said.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan pembangunan sekolah tahfidz bukan sekadar mendirikan lembaga pendidikan, melainkan juga menyiapkan generasi yang memiliki fondasi moral dan spiritual.
“Pembangunan sekolah tahfidz Al-Qur’an ini bukan sekadar mendirikan lembaga pendidikan, melainkan menyiapkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat,” kata Didik.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menambahkan pembangunan tersebut menjadi salah satu bentuk penerjemahan gagasan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Politik pengabdian tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi tentang bagaimana gagasan menjelma manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain peletakan batu pertama, kegiatan Pertalian Cinta juga diisi dengan penyaluran 1.000 paket sembako bagi masyarakat dan santunan kepada anak yatim.
Melalui kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sosial dan pembangunan sarana pendidikan yang memberi manfaat langsung.
BERITA TERKAIT: