Demikian pandangan Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, dikutip Jumat 9 Oktober 2026.
Kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara diharapkan mampu memperkuat kesinambungan reformasi kelembagaan, profesionalisme penegakan hukum, kualitas pelayanan publik, sekaligus pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Suyudi Ario Seto merupakan figur yang memiliki pengalaman operasional, penegakan hukum, dan kepemimpinan kewilayahan yang relevan dengan tantangan Polri ke depan," kata Nasky.
Lebih jauh, Nasky menilai tantangan keamanan nasional saat ini semakin multidimensional. Ancaman tidak lagi hanya berbentuk gangguan kamtibmas konvensional, tetapi juga mencakup peredaran narkotika, judi online, perdagangan ilegal, penyelundupan, kejahatan siber, premanisme, jaringan kriminal terorganisasi, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas wilayah dan lintas negara.
Karena itu, menurut Nasky, pengalaman Suyudi Ario Seto dalam penegakan hukum, termasuk pemberantasan narkotika dan penanganan kejahatan terorganisasi, merupakan modal strategis dalam memimpin Polri menghadapi tantangan keamanan nasional.
“Pengalaman, rekam jejak, dan dedikasi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks," kata Nasky.
Menurutnya, pendekatan penegakan hukum ke depan juga harus semakin terintegrasi, berbasis data dan teknologi, profesional, proporsional, serta diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga.
“Polri membutuhkan kemampuan untuk membaca potensi ancaman secara lebih dini, merespons secara cepat dan tepat, serta memastikan penegakan hukum tetap berjalan berdasarkan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, dan keadilan,” pungkas Nasky.
BERITA TERKAIT: