Sejumlah alutsista baru, mulai dari kapal perang, pesawat angkut, jet tempur, helikopter hingga kendaraan tempur amfibi, didatangkan untuk memperkuat kemampuan operasional TNI sekaligus mendukung misi kemanusiaan.
Penguatan ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas ribuan pulau, sehingga membutuhkan kemampuan pertahanan yang mampu menjangkau berbagai kawasan, termasuk daerah terpencil.
Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi bencana dan berbagai kesulitan.
“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.
Prabowo menekankan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas TNI, baik dalam menjaga wilayah maupun mendukung pembangunan nasional.
“Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.
Di matra laut, penguatan armada antara lain dilakukan melalui kehadiran dua fregat buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal produksi Fincantieri tersebut disiapkan untuk mendukung operasi pengamanan wilayah laut Indonesia.
TNI AL juga menerima kapal cepat rudal KRI Belati, kapal perang multifungsi yang diproduksi di dalam negeri. Kehadiran kapal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional sekaligus mendorong industri pertahanan nasional.
Sementara itu, pada matra udara, TNI AU diperkuat pesawat angkut Airbus A400M Atlas yang memiliki kemampuan membawa personel, kendaraan, dan perlengkapan militer berukuran besar.
Kemampuan angkut tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan dan logistik ke wilayah terdampak bencana.
Kekuatan udara juga diperkuat melalui kedatangan jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis. Pesawat tempur multirole ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari penguasaan udara hingga serangan terhadap sasaran darat dan laut.
Selain itu, Indonesia mendatangkan pesawat Dassault Falcon 8X serta helikopter H225M Caracal dan H225T VVIP untuk mendukung kebutuhan mobilitas udara dan angkutan taktis.
Di lingkungan TNI AD, helikopter Mi-35M turut memperkuat kemampuan penerbangan militer. Helikopter tersebut juga direncanakan mendukung pengiriman logistik ke wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis.
Adapun Korps Marinir TNI AL menerima kendaraan tempur amfibi AAV-M35 untuk mendukung mobilitas personel dalam operasi di darat maupun perairan.
Rangkaian pengadaan tersebut mencerminkan upaya pemerintah meningkatkan kemampuan pertahanan di berbagai matra. Namun, efektivitas penguatan alutsista juga bergantung pada kesiapan operasional, pemeliharaan, dukungan logistik, serta kemampuan personel yang mengawakinya.
Dengan wilayah Indonesia yang luas dan karakter geografis berupa kepulauan, penguatan kemampuan TNI diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tangkal pertahanan, tetapi juga memperbesar kapasitas negara dalam menjalankan operasi kemanusiaan dan membantu masyarakat di daerah terpencil.
BERITA TERKAIT: