Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu menjadi prioritas dalam pemberian bonus tersebut.
Erick belum mengungkapkan nominal bonus karena keputusan akhir berada di tangan Presiden. Namun dia dapat memastikan bahwa nilainya meningkat dari tahun sebelumnya.
“Ya alhamdulillah naik. Biar atlet sejahtera, jangan persepsi atlet selalu kesannya tidak punya masa depan,” kata Erick saat tiba di kawasan Istana.
Menurut Erick, pemberian bonus menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Dia mengatakan, profesi atlet memiliki masa depan yang menjanjikan, terlebih dengan dukungan pemerintah melalui berbagai bentuk penghargaan dan jaminan kesejahteraan.
“Bapak Presiden membuktikan bahwa atlet adalah karir yang luar biasa, yang tidak hanya membawa nama besar bangsa, tapi juga kebanggaan keluarga dan nama pribadi, tabungannya banyak, dapat beasiswa, apalagi ke depan punya dana pensiun. Jadi, luar biasa,” ujarnya.
Erick juga menyampaikan bahwa capaian kontingen Indonesia dalam Asian Games dan Asian Para Games berhasil melampaui target. Indonesia meraih lima medali emas di Asian Games dan 15 medali emas di Asian Para Games.
“Semua di atas target. Ya, alhamdulillah medali emas Asian Games mendapatkan lima, untuk Para Games mendapatkan 15. Semua di atas target, alhamdulillah,” tuturnya.
Ke depan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan terus mengevaluasi kinerja pimpinan cabang olahraga dan federasi untuk memastikan komitmen pembinaan atlet berjalan optimal.
Pemerintah juga menyiapkan pelatnas jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT: