Head Of SBU JIS, Shinta Syamsul Arief mengatakan, Jakpro sebagai pengelola JIS, memandang kualitas lapangan sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung keselamatan pemain, kenyamanan, serta kelancaran pertandingan sepak bola.
“Menindaklanjuti masukan dan perhatian yang disampaikan, Jakpro sampai dengan saat ini terus melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi rumput, termasuk aspek kualitas permukaan lapangan dan efektivitas pemeliharaan dan perawatan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan,” kata Shinta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada proses pemasangan, kerataan, dan kekuatan akar rumput.
Shinta menjelaskan, pemasangan rumput berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu minggu setelah pelaksanaan konser terakhir, jauh lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya yang dapat membutuhkan waktu hingga empat bulan. Selain itu, kekuatan perakaran rumput juga menunjukkan hasil yang lebih baik.
“Hal ini membuat rumput lebih kuat melekat pada permukaan lapangan, sehingga risiko rumput terlepas saat pertandingan dapat diminimalkan. Bahkan, pada pertandingan terakhir, tidak ditemukan rumput yang terlepas,” kata Shinta.
Ia mengatakan, Jakpro terus mengembangkan sistem pemeliharaan rumput JIS untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas rumput lapangan secara berkelanjutan, antara lain melalui penyediaan area pembibitan (turf nursery) dan pemanfaatan teknologi perawatan.
Upaya ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan rumput pengganti, mempercepat proses pemulihan lapangan, serta menjaga kualitas rumput agar tetap optimal dalam mendukung berbagai kegiatan dan pertandingan di JIS.
Shinta menyampaikan, Jakpro juga terus menyempurnakan tata kelola penggunaan lapangan dengan mempertimbangkan kebutuhan pertandingan sepak bola, penyelenggaraan konser dan kegiatan lainnya, serta waktu pemulihan rumput setelah digunakan.
“Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi JIS sebagai stadion multifungsi dan pemenuhan kebutuhan teknis lapangan sepak bola,” kata Shinta.
Menurut Shinta, optimalisasi JIS tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan stadion untuk berbagai kegiatan, tetapi juga dengan konsistensi menjaga kualitas fasilitas dan layanan.
Melalui evaluasi teknis, pemeliharaan berkelanjutan, serta penyempurnaan tata kelola operasional, Jakpro berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas JIS sebagai stadion kebanggaan Jakarta yang mampu mendukung berbagai agenda olahraga dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Shinta menegaskan komitmen Jakpro untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan stadion agar mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan berbagai jenis acara.
“JIS sejak awal dikembangkan sebagai stadion multifungsi yang mendukung event berskala nasional maupun internasional. Karena itu, kesiapan operasional menjadi aspek penting yang terus kami tingkatkan, termasuk melalui pengembangan turf nursery, optimalisasi teknologi rumput, serta pemeliharaan lapangan secara berkelanjutan,” kata Shinta.
Ia menambahkan, upaya peningkatan kesiapan operasional tersebut juga mendukung cita-cita JIS sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan event olahraga dan non olahraga berskala nasional dan international di Jakarta.
“Dengan pengelolaan fasilitas yang semakin terencana, JIS diharapkan dapat memberikan kepastian kesiapan venue bagi penyelenggara acara, sekaligus menghadirkan pengalaman yang aman dan nyaman bagi atlet, penonton, serta seluruh pengguna stadion,” pungkas Shinta.
Sebelumnya, Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dan kapten Rizky Ridho mengeluhkan buruknya kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) usai Persija Jakarta menang tipis 2-1 atas Persik Kediri pada Senin, 26 Oktober 2026.
BERITA TERKAIT: