Menghidupkan Kembali Semangat Golden Age of Islam di Ajang OASE III PTKIN 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 05 November 2026, 13:06 WIB
Menghidupkan Kembali Semangat Golden Age of Islam di Ajang OASE III PTKIN 2026
Pembukaan OASE III PTKIN 2026, Yogyakarta (Foto: Kemenag)
Kecil Besar
rmol news logo Perhelatan akbar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 yang diresmikan di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak hanya sekadar menjadi ajang kompetisi akademik. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk membakar kembali semangat kebangkitan intelektual Islam demi menjawab tantangan zaman.

Seremonial pembukaan ajang yang berlangsung pada Rabu 4 November 2026 itu mempertemukan kontingen mahasiswa terbaik dari 54 PTKIN se-Indonesia ini dihadiri oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, serta jajaran pimpinan PTKIN dari seluruh penjuru tanah air.

Dalam arahannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya meneladani sejarah masa kejayaan Islam (Golden Age of Islam). Ia mengingatkan kembali bagaimana para ilmuwan Muslim terdahulu, seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Haitam, berhasil memimpin peradaban dunia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan sains yang mendalam.

"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Menag Nasaruddin dalam pernyataan yang dikutip redaksi, Kamis 5 November 2026.

Semangat meneladani para cendekiawan masa lampau tersebut juga diperkuat oleh Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. Dalam pemaparannya, ia menyoroti prestasi membanggakan UIN Sunan Kalijaga yang berhasil menempati peringkat terhormat dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education World University Ranking 2026 dan berada di atas UGM. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa insan PTKIN tidak boleh merasa minder.

"Hari ini, UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru, seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung. Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," tegas Prof. Amien.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menambahkan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan merupakan kunci utama dalam membangun peradaban yang beretika.

"Sains membantu kita memahami alam, riset menghasilkan pengetahuan baru, sementara agama memberikan landasan etis dan spiritual tentang makna kehidupan. Di sinilah relevansi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga," ungkap Prof. Noorhaidi.

Rangkaian pembukaan OASE III PTKIN 2026 yang ditandai secara resmi melalui penekanan tombol digital oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kemenag dan Rektor UIN Sunan Kalijaga ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan. Kementerian Agama terus mendorong lahirnya generasi muda PTKIN yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul sebagai ilmuwan modern berkarakter. rmol news logo article
 
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA