Bibit Siklon Muncul, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Provinsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 30 Oktober 2026, 12:56 WIB
Bibit Siklon Muncul, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Provinsi
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan (Foto: Bakom RI)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. 

Peringatan tersebut menyusul kemunculan bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026, di sekitar perairan utara Aceh. 

Meski diprakirakan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, fenomena tersebut tetap berpotensi memicu hujan lebat di beberapa daerah. 

“Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia. Tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 30 Oktober nanti,” ujar Berton dalam konferensi pers, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

BNPB secara khusus meminta masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan wilayah barat Sumatera untuk mewaspadai perkembangan cuaca. Selain ancaman hujan, masyarakat juga diminta mengantisipasi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Selat Malaka bagian utara. 

"Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita," jelas dia.

Berton juga menyampaikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat sampai 31 Oktober 2026 di tujuh provinsi, yakni Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, dan Papua pada periode yang sama.

Menghadapi potensi tersebut, BNPB meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan posko siaga, memastikan kesiapan peralatan serta logistik kebencanaan, dan melakukan pembersihan sungai, saluran drainase, hingga gorong-gorong guna mengantisipasi banjir.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memetakan kawasan rawan banjir dan tanah longsor, menyiapkan jalur evakuasi, serta menyebarluaskan peringatan dini BMKG kepada masyarakat. BNPB juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah-langkah antisipasi berjalan optimal.

“Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta segera melakukan evakuasi apabila terdapat instruksi dari petugas berwenang,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA