Narasraya Literasi 2026 Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 23:23 WIB
Narasraya Literasi 2026 Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis
Narasraya Literasi 2026 di Hotel Ra Suites, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Narasraya Literasi 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 bertujuan untuk memperkuat budaya literasi, sekaligus mendorong generasi muda agar mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Acara yang digelar Narasraya Raksaka Indonesia ini dihelat di Hotel Ra Suites, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Oktober 2026 

Kegiatan tersebut dibuka Ketua Dewan Pembina Narasraya Raksaka Indonesia, Mayjen TNI Choirul Anam, dan dihadiri Ketua Umum Suparjo, beserta jajaran pengurus, para narasumber, perwakilan institusi pendidikan, mitra sponsor, serta peserta dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jabodetabek dan peminat literasi dari berbagai kalangan.

Dalam kegiatan tersebut, Narasraya Raksaka Indonesia bersama Yayasan Restorasi Jiwa Indonesia juga menyerahkan bantuan buku bacaan secara simbolis kepada Sekolah Rakyat. 

Penyerahan bantuan diwakili Sekretaris Itjen Kementerian Sosial, Ferry Syahminan, sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan literasi dan upaya mencerdaskan generasi muda bangsa.

Ketua Umum Narasraya Raksaka Indonesia, Suparjo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan sesaat, melainkan langkah nyata untuk menghidupkan kembali semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi informasi.

"Literasi adalah kunci untuk memilah informasi dengan bijak, membangun gagasan yang cerdas, dan membentuk karakter bangsa yang berdaya saing. Pengalaman berharga yang dimiliki para senior, ajudan aktif maupun purna, tidak boleh hanya tersimpan dalam ingatan, harus dibagikan kepada generasi muda agar menjadi pelajaran yang berguna bagi kemajuan bangsa," ujar Suparjo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.

Narasraya Literasi 2026 juga menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman yang membahas literasi diri, kewirausahaan, serta pembentukan karakter pemuda yang berdaya.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, menjelaskan pentingnya literasi diri sebagai upaya memahami pola pikir, mengenali emosi, mengidentifikasi keyakinan yang membatasi, serta membangun kesadaran untuk mengubah kebiasaan dan menentukan arah kehidupan.

Sementara itu, dalam sesi literasi kewirausahaan, CEO InKanteen sekaligus entrepreneur muda, Zaki Wijaya, mendorong generasi muda agar memiliki tujuan hidup yang jelas, berani bermimpi, dan keluar dari zona nyaman.

“Point saya untuk anak – anak yang masih muda, kalian harus punya tujuan seperti misalnya ingin kemana, tuliskan 5 tahun ke depan 10 tahun ke depan ingin melakukan apa dan believe on your dream. Haters itu jadikan sebagai ambisi kalian supaya kalian bisa buktikan bahwa everything can be happen if you want to work harder," tuturnya.

"Kalian juga harus berani keluar dari lingkungan pribadi anak muda zaman sekarang yang suka kebanyakan nongkrong dan kuliah pulang kuliah pulang, keluar dari zona itu,” sambung Zaki.

Selain literasi diri dan kewirausahaan, AKBP Ema Rahmawati, memaparkan empat dimensi pemuda berdaya yang dinilai penting dalam membentuk generasi muda berkualitas.

Dimensi pertama adalah literasi, yakni kemampuan memilah fakta dan opini, memahami informasi, serta berpikir kritis. Kedua, kompetensi, yang mencakup pengembangan keterampilan, kreativitas, kewirausahaan, dan kecakapan digital.

Ketiga, integritas, yaitu sikap jujur, bertanggung jawab, dan konsisten antara ucapan dan perbuatan. Keempat, kepedulian, yang diwujudkan melalui keberanian menolak perundungan, membantu teman, serta tidak menjadi penonton ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Ema juga menekankan bahwa ukuran keberdayaan pemuda tidak hanya ditentukan oleh prestasi pribadi, tetapi juga oleh manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

Secara umum, para narasumber membahas pentingnya literasi dalam pembangunan nasional, peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa, serta strategi membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.

Melalui Narasraya Literasi 2026, Narasraya Raksaka Indonesia berharap tumbuh gerakan literasi berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak. Penguatan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis diharapkan semakin melekat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan beradab. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA