Demikian disampaikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Marsudi Syuhud saat menanggapi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat 16 Oktober 2026.
Dalam kunjungan itu, Gibran bersilaturahmi dengan para ulama sekaligus meninjau pembelajaran
artificial intelligence (AI) dan robotik bagi santri.
“Kalau ada pemerintah mau, itu namanya wapres, presiden, menteri, ke pesantren, seharusnya memang begitu,” ujar Marsudi dalam keterangannya pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Marsudi menjelaskan bahwa pesantren telah hadir jauh sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama dan Republik Indonesia.
Karena itu, pemerintah perlu terus melibatkan pesantren dalam berbagai agenda pembangunan nasional.
“Keharusan melibatkan pesantren untuk memikirkan pembangunan, baik pembangunan moral bangsa, pembangunan ekonomi, pembangunan kebudayaan,” kata Marsudi.
Menanggapi dorongan Gibran agar santri menguasai AI, Marsudi berharap ada perhatian terhadap perkembangan teknologi di lingkungan pesantren dapat ditindaklanjuti melalui dukungan yang berkelanjutan.
Salah satunya mencakup penyediaan akses internet, perangkat komputer, serta tenaga pengajar yang memiliki kompetensi di bidang teknologi.
BERITA TERKAIT: