Pencapaian gemilang ini dipimpin oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menduduki peringkat pertama nasional, diikuti oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tempat kedua. Sementara itu, posisi kesembilan dan kesepuluh masing-masing diisi oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kabar baik ini disambut dengan apresiasi tinggi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Ia menilai prestasi tersebut sangat membanggakan sekaligus mencerminkan peningkatan kapasitas PTKIN dalam melahirkan riset-riset bermutu.
"Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Kementerian Agama dan seluruh keluarga besar PTKIN," ujar Kamaruddin, dikuti di Jakarta, Jumat 9 Oktober 2026.
"Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas," lanjutnya.
Nada bangga serupa juga disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno. Menurutnya, keberhasilan empat PTKIN menembus daftar elite tersebut membuktikan peran strategis perguruan tinggi keagamaan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan riset di skala nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN tidak hanya berkembang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ungkap Suyitno.
Lebih lanjut, Suyitno menekankan bahwa pembangunan ekosistem riset yang solid menjadi prioritas utama dalam transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam. Pihaknya terus memotivasi seluruh PTKIN untuk menggenjot mutu penelitian, memperbanyak publikasi ilmiah, memperluas kerja sama akademik, serta memastikan hasil riset mampu memberi solusi nyata bagi problem di tengah masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin riset PTKIN semakin relevan, memiliki dampak, dan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa dan kemanusiaan,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Sahiron, mendorong agar seluruh sivitas akademika PTKIN konsisten merawat serta menumbuhkan budaya riset dan akademik. Ia berpendapat bahwa hasil ini membuktikan daya saing perguruan tinggi Islam di kancah global yang patut diperhitungkan.
“Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi. UIN Sunan Kalijaga bahkan menempati posisi pertama dalam daftar tersebut dengan skor 82,8. Tiga PTKIN lainnya juga masuk 10 besar nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset PTKIN semakin diperhitungkan,” ujar Sahiron.
Ia menambahkan, indikator Research Quality dalam pemeringkatan THE WUR mengukur berbagai elemen krusial, seperti tingkat pengaruh, keunggulan, serta dampak dari sebuah riset. Oleh karena itu, keberhasilan ini tidak sekadar berfokus pada kuantitas publikasi, melainkan pada bobot dan signifikansi kontribusi penelitian tersebut secara luas.
“Ke depan, kami akan terus mendorong PTKIN untuk memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Daftar Perolehan Skor 4 PTKIN di 10 Besar Nasional:
1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta - skor 82,8
2. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang - skor 60,2
3. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta - skor 44,2
4. UIN Sunan Gunung Djati Bandung - skor 43,8.
BERITA TERKAIT: