Namun, statusnya berubah menjadi tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan dugaan unsur perbuatan melawan hukum. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menyampaikan penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil penyidikan.
Kasus ini pun membuat rekam jejak dan perjalanan karier Irjen Slamet Uliandi di kepolisian kembali menjadi perhatian. Lantas, siapa Irjen Slamet Uliandi? Berikut profil, riwayat pendidikan, dan perjalanan kariernya di lingkungan Polri.
Profil Irjen Slamet Uliandi
Irjen Slamet Uliandi merupakan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994.
Sepanjang kariernya, Slamet banyak bertugas di bidang reserse dan penanganan tindak pidana. Ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Pengalaman tersebut mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk di lingkungan Bareskrim Polri dan Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri. Berikut sejumlah riwayat penugasan strategis Irjen Slamet Uliandi:
- Pamen Pusdik Reskrim Lemdiklat Polri
- Kabagmon Robinopsnal Bareskrim Polri (2011)
- Karobinopsnal Bareskrim Polri (2019)
- Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (2020)
- Kepala Divisi TIK Polri (26 Juli 2021–sekarang)
- Bareskrim Polri (penugasan luar struktur) (2 Oktober 2026–sekarang)
Sosok Irjen Slamet Uliandi yang Jemput Ferdy Sambo
Selain perjalanan kariernya di bidang reserse dan teknologi informasi, nama Slamet Uliandi juga pernah mencuat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ia dikenal sebagai salah satu dari dua jenderal Polri yang menjemput Ferdy Sambo setelah mantan Kadiv Propam Polri tersebut ditetapkan sebagai tersangka.
Langkah tersebut dilakukan setelah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mengubah keterangannya dan mengungkap keterlibatan Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J. Pengakuan Bharada E menjadi salah asatu perkembangan penting dalam pengungkapan kasus tersebut.
Nama Slamet Uliandi pun kembali mendapat perhatian publik seiring keterlibatannya dalam penanganan perkara besar di lingkungan Polri.
BERITA TERKAIT: